Bebas Menulis Bebas Membaca

Kita, siapapun “merdeka” untuk menulis dan “merdeka” untuk membaca tulisan. Bahasa tulisan pastilah memiliki banyak penafsiran yang mungkin berbeda antara satu pembaca dengan pembaca lainnya.

Misalnya nih kita baca buku, terus ada bahasan yang menurut kita isinya membingungkan, maka kita bisa bertanya kepada orang yang lebih paham tentang hal itu. Begitupun dengan tulisan lepas, semua orang bebas menulis dan juga bebas membaca tulisan orang lain. Kalo baca tulisan di blog orang terus ada yang pengen kita tanyakan, yuk mari langsung kita tanyakan di sana. ๐Ÿ˜€ย  baca selanjutnya

Advertisements

Galau

Kutipan ke-galau-an:

Fenomena perasaan GALAU sepertinya sedang marak melanda saat ini. Dalam kasus saya, misalnya, keadaan di lab bisa menghasilkan stres, gundah gulana karena tak bisa mencapai suatu target yang barangkali terlampau tinggi. Ada baiknya mengingat pesan Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam,
ุงู†ู’ุธูุฑููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ู‡ููˆูŽ ุฃุณู’ููŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุธูุฑููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ู‡ููˆูŽ ููŽูˆู’ู‚ูŽูƒูู…ู’ ุ› ููŽู‡ููˆูŽ ุฃุฌู’ุฏูŽุฑู ุฃู†ู’ ู„ุงูŽ ุชูŽุฒู’ุฏูŽุฑููˆุง ู†ูุนู’ู…ูŽุฉูŽ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’
“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian (dalam perkara duniawi) dan janganlah kalian melihat orang yang lebih di atasnya. Maka sesungguhnya hal itu akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat yang Allah berikan kepada kalian.” [HR Muslim]

baca selanjutnya

Celoteh Anak: Bapak nya Tante

Percakapan dengan anak usia 4 tahun (sebaya dengan yang kemarin). Ada bunyi bel.
Anak (A): Itu bapak-nya tante ya?
Tante (T): *bingung* bapaknya tante? Wah, tante udah ga punya bapak. ๐Ÿ˜€
A: bukan, maksudnya bapak-nya tante di sini. *pandangan serius*

Setelah tamunya masuk, kelihatan-lah siapa yang dimaksud “bapak-nya tante.”

A: itu bapak-nya tante datang.
T: oalaaahh…. ini toh bapak-nya tante? ๐Ÿ˜€ *maksudnya suami tante*

-RN-

Celoteh Anak: Laki-laki nya Tante

Percakapan dengan anak usia 4 tahun.
Anak (A): Tante, ini punya siapa? (sambil nunjuk barang)
Tante (T): punya Om
A: Om nya tante itu laki-laki nya tante?
T: Kok laki-laki nya tante? ๐Ÿ˜€ maksudnya, itu punya suami tante.
A: Apa sih suami? (ga paham kata suami)
T: Suami itu gini contohnya: “ayah suaminya ibu” (Tante juga bingung ngejelasin, kalo bilang tentang pernikahan khawatir si anak tambah bingung) ๐Ÿ˜€
A: Ooh suami, itu laki-laki? (muka polos)
Tante: zzzttttzz ๐Ÿ˜€ ketawa *ga tau gimana jawaban selanjutnya*

Pertanyaan polos anak-anak yang selalu di luar dugaan, selalu membuat kita menjadi “eng inggg eenggg” merasa lemot sedunia ๐Ÿ˜€

-RN-

Celoteh Anak: Bohong

Obrolan anak-anak saat menggambar:
A (SD): Kita ga boleh bohong, kamu tau ga bohong?
B (TK): Tau. (jawaban meyakinkan)
A: Apa itu bohong?
B: Itu lho.. itu, yang berkaki empat.
A: Bukaaaan… itu bukan bohong, kalo kamu janjiin mau kasih permen terus kamu ga jadi ngasih, itu namanya bohong.

Tante (mendengarkan obrolan): *inget pernah menjelaskan konsep “bohong” dengan contoh sama persis dengan yang dikatakan A.

B: Oooo…. *sambil mengangguk.

Tante: nahan ketawa! ๐Ÿ˜€

-RN-