Idulfitri 1435 H/ 2014

1

Taqobalallahu minna wa minkum

Alhamdulillah solat Id di masjid Sendai berjalan dengan lancar. Ini kali ke lima saya merayakan Idul Fitri di Sendai, kali ke ke enam untuk suami, dan kali ke dua untuk Eiji. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 7.00 pagi dan berjalan kaki ke masjid Sendai (sebagaimana yang disunnahkan oleh Rasulullah). Jarak dari rumah kami sampai masjid sekitar 4 km, sekitar 40 menit jalan kaki. Alhamdulillah cuaca pagi ini tidak sepanas hari-hari sebelumnya. Beberapa tahun yang lalu panasnya lebih menyengat, mungkin karena saat itu Idulfitri jatuh di bulan Agustus (puncak musim panas). Sembari berjalan, di rute itulah ada banyak kenangan di dalamnya. Memori saya teringat pada lima tahun yang lalu, saat pertama pergi ke masjid Sendai. Kami bertemu dengan anjing yang sangat ganteng, gagah, namun sayangnya dia diikat sendirian di depan rumah sang majikan. Pagi ini pun saya melihatnya, dia masih ganteng seperti yang dulu, duduk sendirian di sana. Ah malangnya anjing itu!

Rute perjalanan ke masjid (yang cukup teduh), dikelilingi oleh pohon-pohon besar. Kebetulan lokasi masjid Sendai menjauh dari pusat kota, jadi di sana masih banyak pohon-pohon besar yang teduh. Teringat saat masih berdua, seringkali kami naik sepeda ke sana. Di depan jinja (kuil) yang kami lewati, saya teringat pada lebaran dua tahun lalu saat itu sedang hamil Eiji. Beberapa saat merasakan kontraksi palsu saat jalan ke masjid untuk solat Id dan beberapa hari kemudian setelah lebaran, Eiji lahir.🙂 Tahun lalu jalan mendorong stroller Eiji, alhamdulillah tahun ini diizinkan untuk kembali jalan kaki ke sana.🙂

Solat dimulai pukul 8.30, saat kami sampai di sana belum ramai. Mayoritas umat muslim di Miyagi berusaha datang ke Sendai, karena di sinilah satu-satunya masjid yang ada. Alhamdulillah, beberapa saat sebelum dimulai, jamaah sudah berkumpul dan masjid penuh. Orang Indonesia dari luar Sendai pun banyak yang hadir. Tentunya juga banyak orang Pakistan, Bangladesh, Arab, dan umat muslim lainnya dari berbagai penjuru daerah. Momen yang sangat membahagiakan sekaligus mengharukan.

Selepas solat Id, kami mendapat undangan dari salah satu kawan Malaysia untuk singgah di rumahnya. Alhamdulillah, senang sekali rasanya! Berkumpul dengan sodara seiman, makan menu lebaran bersama, dan menu itu sangat mirip dengan menu Indonesia. Tentu sangat membahagiakan!😀 Sangat terasa kekeluargaan seiman di sini, bukan lagi karena bangsa.

Rencana awalnya akan ada acara lebaran sore ini untuk keluarga Indonesia, rutin setiap tahun. Qodarullah, acara ditunda besok sore karena masalah teknis. InshaAllah saya akan masak opor untuk acara itu. Sampe jumpa besok.

Salam opor!🙂

-RN-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s