Doa memohon surga dan dilindungi dari neraka

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِى خَيْرًا

Allahumma inni as-alukal jannah, wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw ‘amal, wa a’udzu bika minan naari wa maa qorroba ilaiha min qoulin aw ‘amal, wa as-aluka an taj’ala kulla qodho-in qodhoitahu lii khoiroo.”

Ya Allah, aku meminta surga pada-Mu serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari neraka serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya. Ya Allah, jadikanlah setiap takdir yang Engkau peruntukkan untukku adalah baik.

HR. Ibnu Majah no. 3846 dan Ahmad (6/133), dari Ummu Kultsum binti Abi Bakr, dari ‘Aisyah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Pencitraan: Berpikir sebelum Bertindak

Sikap dan tindakan kita akan selalu mendapat penilaian dari orang lain, kapan pun, dan di manapun. Itu sebuah “keniscayaan” dalam hubungan sosial. Tergantung bagaimana masing-masing orang menyikapinya. Bersikap apapun itu, sebelum melakukan suatu tindakan hendaknya kita pikirkan segala konsekuensinya. Tentu saja yang dimaksud di sini adalah tindakan “benar” yang diharapkan berefek positif. Hal yang benar belum tentu dianggap baik, ini merupakan salah satu contoh konsekuensi. Ketika sudah siap dengan segala konsekuensinya, maka lakukanlah dengan penuh tanggung jawab.  baca selanjutnya