Kampung Halaman

1

Semalam saya nggak sengaja melihat peta Semarang tempo dulu yang diunggah ke dunia maya. Owh! jalan-jalan ini, tempat itu, kota itu… memori saya langsung berjalan-jalan menuju suasana masa lalu. Kembali mengenang dulu saya pernah ke sini, maen di sini, jalan-jalan di sini. Pokonya kembali menghadirkan suasana masa kecil. Nggak terasa udah sekian tahun berlalu, tapi momen masa lalu masih segar dalam ingatan.

Setiap orang pasti cinta dengan kampung halamannya, di mana dia dibesarkan. Enak atau pun nggak enak, kenangan itu pasti membuat kangen. 🙂 Jaman SMA sangat akrab dengan kawasan tugu muda, jalan pemuda, pasar bulu, pasar johar, kota lama, jembatan mberok, dan sekitarnya. Wow! sekarang di depan SMA saya sudah dibangun mall-mall megah, makin panas tentunya. Dulu kalo kami ke gramedia harus ke jalan pandanaran, sekarang sudah ada gramedia megah di depan sekolah. Aiiih.. ini baru cerita SMA, belom cerita jaman TK! 😀 Kabarnya juga daerah tembalang sekarang sudah macet parah sejak masuk ke belokan patung kuda. Wow… padahal jaman saya kuliah, tembalang masih sejuk, lancar, dan sangat nyaman.

Orang merindukan masa lalu, mungkin kenangan masa lalu tentang sebuah tempat di jaman dulu lebih indah daripada keadaan tempat itu saat ini.

Ahh… saya sedang kangen Semarang.

-RN-

Sikap Orangtua dan Panduan Makanan Anak

Bunda, anak saya (8 bulan) diberi minuman soda oleh salah satu kerabat saya. Sekarang rewel, tidak bisa tidur, dan perutnya sakit. Apa yang harus saya lakukan?

Demikian kurang lebih pertanyaan seorang ibu yang dilontarkan di sebuah grup. Seketika saya kaget saat membacanya. Setelah obrolan ke bawah, ternyata yang ngasih soda itu bukan anak kecil usia di bawah sepuluh tahun, tapi orangtua yang umurnya sudah berpuluh tahun. Dan alasannya karena ingin melihat ekspresi bayi tersebut mengecap minuman soda. Hey! Benar-benar keterlaluan, menurut saya. Oke, sebenernya bukan masalah umur siapa yang memberi makanan/minuman itu, tapi tentang bagaimana etika `meminjam` anak orang lain dan apa yang harus orangtua lakukan saat anaknya (bayi/balita) sedang dipegang orang lain. baca selanjutnya

Hadiah untuk Eiji

Kejadiannya saat kami jalan-jalan bertiga dan singgah di sebuah restoran. Saat itu Eiji masih duduk manis di atas buggy-nya, tiba-tiba ada seorang ibu Jepang yang tidak kami kenal datang menghampiri kami dan menyapa Eiji. Bilang `hello, kawaii…` lantas beliau kembali lagi ke mejanya. Eiji melihat sepintas dan kembali sibuk dengan gelas minumnya. 😀

Nah setelah beberapa waktu kemudian, ibu Jepang tadi kembali menghampiri meja kami. Saat itu Eiji sedang dipangku ayahnya. Ibu Jepang itu memberi purezento untuk Eiji, ehh.. kami kaget juga. Sambil ngucapin makasih dan ngajarin Eiji bilang arigatou, muka Eiji masih keheranan ada yang menghampiri dia kemudian memberinya hadiah. Beberapa kali Eiji memandang ke arah saya, melihat ibu Jepang, dan melihat hadiah untuknya. Kelihatan bingung mau diambil ato enggak. 😀  baca selanjutnya

Hadits Tentang Teman Bergaul

1

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap. (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Saya sedang merindukan teman-teman yang selalu mengingatkan tentang akhirat, sehingga mendorong untuk selalu berlomba dalam kebaikan. Saya merindukan teman-teman itu, para pecinta akhirat, mereka menghabiskan masa remaja dengan hal-hal bermanfaat. Saya sangat mencintai mereka. baca selanjutnya

Buggy Stroller

Diawali dengan rencana mudik, mulai pikir-pikir nanti bawa stroller ato enggak. Kalo enggak, kudu siap gendong Eiji sepanjang waktu dan tentunya saya tidak sanggup. Kalo bawa, ada banyak risikonya hasil dari gugling pengalaman orang-orang yang bawa stroller di bagasi pesawat.

Jadi tuh ada kemungkinan stroller dalam kondisi:

  1. aman (super beruntung)
  2. rusak ringan, minimal kebaret
  3. kelengkapannya ilang
  4. mur lepas
  5. rusak berat karena dibanting-banting pas masuk bagasi
  6. hilang (yang paling parah)

baca selanjutnya