Cara “Move On” Terbaik

img_4020

Pernah nggak, ngerasa melakukan sesuatu kemudian merasa sia-sia? Bukan cuma sia-sia, tapi kecewa. Semua orang pasti pernah merasakannya, baik hal besar maupun kecil. Kecewa itu muncul karena kita punya harapan pada sesuatu, kemudian nggak sesuai dengan yang terjadi. Semakin tinggi harapan yang dipupuk, semakin besar peluang kekecewaan yang didapat. Oke, baiklah.. kalo sudah kecewa terus gimana? Mungkin memaafkan orang lain sudah kita lakukan, tapi kenapa belum lega? Memaafkan diri kita sendiri. Iya, kadang kita lupa utk memaafkan diri sendiri yang telah memendam kekecewaan itu. Semakin dipendam, sebenarnya kita menyakiti diri sendiri. Saat berusaha mengeluarkannya, pasti sakit. Tapi memang harus dikeluarkan. Sampe usai.

Pas dikeluarkan, kok nggak selesai2 sih? Ternyata memang banyak banget yang ada di dalam. Butuh waktu memang, proses! Untuk legowo, ikhlas, nggak sekedar merelakan itu butuh proses lama. Kalo bikin air panas aja butuh waktu, apalagi menyembuhkan diri sendiri? Kita sering lupa terhadap diri sendiri, lupa kalo kita layak untuk dicintai! Bukan oleh oranglain, tapi oleh diri sendiri. Saat kita memendam kesedihan-kesedihan, kecewa, dan semacamnya; sebenarnya kita menabung untuk menyakiti diri sendiri.

Pernah ga tiba-tiba merasa periiihhh… ini apa ya? Tapi kok perih? Itu bagian dari tabungan yang kita simpan lama. Sembuhnya gimana? Mulai dibongkar, dialirkan keluar. Dengan cara sebaik2nya. Biar saja sakit banget sekarang. Gapapa… Itu proses sembuh!

Nyicil dikeluarkan agar nggak meledak karena penuh. Cicilan itu memang terasa sakit, tapi lebih sakit lagi kalo berupa ledakan besar.Contohnya: kita nggak ngira seseorang yg kita kenal baik-baik saja tiba-tiba melakukan hal “ekstrim” dalam hidupnya. Di luar perkiraan orang2 di sekitarnya. Tapi itu terjadi. Terus, otak kita pasti bilang “kamu gapapa, kamu baik2 aja”. Padahal sebenarnya hati kita kelelahan. Tiba-tiba sedih, tiba-tiba ingat yang nggak enak di masa lalu, dan banyak tiba-tiba lainnya… Terima saja rasa-rasa itu. Yang penting kita paham bahwa kita sedang sedih. Kita bisa merasakannya. Fiuh… inilah hidup!

Misalnya gini:

Cinta sama orang artinya harus siap patah hati kapan saja. Cemburu kapan saja. Kangen kapan saja. Sedih kapan saja. Bahagia kapan saja. Ya begitu memang… Cuma masalahnya, tiba-tiba kita cinta sama orang tapi tidak menyiapkan diri dengan hal-hal tadi. Tiba-tiba saja begini… Tiba-tiba… Tapi cinta itu nggak pernah salah lho! Yang mungkin ada kesalahan adalah bagaimana cara kita memberikan respon kepadanya. Memilih untuk meneruskan ato menghentikan… Nah disitulah yang seringkali ada kesalahan.

Oya, saya pernah nulis di IG tentang “luka batin” dan mekanisme pertahanan ego.

img_4012

img_4013

img_4014

img_4015

img_4016

img_4017

img_4018

img_4019

Jadi cara terbaik “move on” untuk semua luka batin di masa lalu adalah penerimaan dan memaafkan.

  1. Memaafkan diri sendiri
  2. Memaafkan orang-orang yang membuat luka
  3. Memaafkan situasi yang terjadi saat itu

Move on itu bukan berarti melupakan dan tidak mencintai lagi. Tapi bagaimana kita bisa punya kekuatan untuk mengatakan segala hal menyakitkan yang sudah terjadi di masa lalu tidak lagi menyakiti di masa sekarang.

img_4011

Move on is about healing the pain

Kalo kita bilang… sudahlah, sudah berlalu! Tapi rasanya masih ada yang sesak di dada, masih perih di hati, masih membuat meneteskan air mata. Kalo masih terasa sesak, sakit, dan menderita. Tandanya kita belum benar-benar move on atas peristiwanya, orang-orangnya, kejadiannya, dan cerita di dalamnya. Paling penting kuncinya adalah ikhlas memaafkan diri sendiri, orang lain, dan situasi yang kita lewati. Itu benar sudah terjadi dalam hidup kita dan sudah berlalu! 😊 Kepada orang tua, jangan menggoreskan luka-luka batin kepada anak-anak. Luka batin masa kecil itu akan tersimpan dalam memorinya dan akan terbawa selamanya sepanjang hidupnya jika tidak  terselesaikan. Mempengaruhi bagaimana mereka menyelesaikan masalah dan membentuk kepribadian di masa dewasa.  😊

Move on bukan berarti melupakan yang sudah terjadi, tapi bagaimana yang sudah terjadi itu tidak lagi memberi rasa sakit di masa sekarang. Itu sudah terjadi, sudah terlewati, dan sudah tidak menyakiti lagi. Itulah sukses move on dari luka batin. 😊

img_4021

Selamaat pagiii…

Semoga kamu bisa menerima, memaafkan semua yang sudah berlalu, dan menyembuhkan diri sendiri. Kalo bukan diri sendiri yang berusaha sembuh, nggak akan bisa sembuh selamanya. Satu hal lagi, WAKTU TIDAK AKAN PERNAH MENYEMBUHKAN APAPUN. Percayalah! 😊

Move on is about moving on from painful feeling and healing the pain!

-RN-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s