Galau

Kutipan ke-galau-an:

Fenomena perasaan GALAU sepertinya sedang marak melanda saat ini. Dalam kasus saya, misalnya, keadaan di lab bisa menghasilkan stres, gundah gulana karena tak bisa mencapai suatu target yang barangkali terlampau tinggi. Ada baiknya mengingat pesan Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam,
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ ؛ فَهُوَ أجْدَرُ أنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ الله عَلَيْكُمْ
“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian (dalam perkara duniawi) dan janganlah kalian melihat orang yang lebih di atasnya. Maka sesungguhnya hal itu akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat yang Allah berikan kepada kalian.” [HR Muslim]

Banyak orang tahu bahwa sensei-nya suami itu masuk daftar sensei “kejam” di Tohoku University. Satu persatu mahasiswanya mengundurkan diri dari lab tersebut karena tidak tahan dengan tekanan di dalamnya. Untung ga sampai ada kasus bunuh diri di sana. Na’udzubillah… Teman seangkatan dan 1 tingkat di bawah suami sudah “kabur” pindah lab. Tekanan di sana memang sangat besar, baik tekanan fisik maupun psikologis. Semua bentuk tekanan berlaku untuk semua mahasiswa di bawah asuhannya, baik orang Jepang maupun orang asing. Langsung ingat bagaimana romusha jaman penjajahan Jepang, nah kalo ini romusha jaman sekarang. Romusha otak!!

Kalau mendengar cerita teman-teman lain yang senseinya sangat buaaiiikk dan berperikemanusiaan, kadang pengeeeenn banget punya sensei seperti itu. Tapi mao gimana lagi, dia memilih sensei ini untuk menjadi pembimbingnya dalam keadaan sadar, jadi harus siap menerima konsekuensi apapun.😉 Salah satu konsekuensi-nya adalah demikian. Di sisi lain, sensei ini adalah salah satu pakar di bidang riset suami yang ada di Jepang. So, ini adalah bagian dari konsekuensi! :D Masuk kandang singa harus mau diperlakukan seperti anak singa, jangan mengharap mendapat perlakuan seperti perlakuan untuk anak kucing!

Sebenernya pengen banget waktunya dia gunakan untuk belajar yang lain, apalagi kalo pas mikir akhirat… duh makin galau! Ada banyak targetan yang ingin dicapai tapi kehabisan waktu. Riset riset riseeettt sampe mabok riset! Kalo di lab lain lulus master ga wajib punya paper, di lab ini suami dituntut sekian paper saat lulus. Untuk doktor, dia harus menghasilkan 15 paper. Masih kurang 6 lagi!! Saya hanya bisa memberi semangat dan mendoakan. Karena saya ga ngerti yang dia kerjakan.😀 Jangan-kan saya, sesama bidang itu belum tentu ada yang mengerti topik risetnya, kecuali si Sensei.😀

Oke, segera mencari hiburan untuk menyembuhkan galau. Penghiburan saat hati sedang galau adalah mendengarkan Al Qur’an. Itu merupakan terapi yang sangat mujarab.

Al Qur’an adalah obat mujarab untuk hati. Al Qur’an menjadi obat bagi hati yang terkena syubhat (racun pemikiran) dan syahwat (nafsu jelek untuk maksiat). Dalam Al Qur’an terdapat penjelas, di mana kebatilan dienyahkan oleh kebenaran. Penyakit syubhat yang merusak bisa enyah (pergi) karena adanya ilmu dan keinginan (yang baik), di mana hakikat sesuatu begitu jelas karenanya. Dalam Al Qur’an terdapat berbagai hikmah yang bisa dipetik, terdapat berbagai nasehat yang baik untuk memotivasi dalam beramal dan menakut-nakuti dari berbuat kejelekan. Dalam Al Qur’an juga terdapat kisah-kisah yang bisa diambil ‘ibroh (pelajaran) sehingga hati pun menjadi baik. Al Qur’an begitu memberi semangat hati pada hal-hal yang bermanfaat dan memperingatkan pula dari hal-hal yang membahayakan. Akhirnya, hati semakin cinta pada kebenaran dan benci pada kebatilan. Padahal sebelumnya bisa jadi hati sangat ingin berbuat kebatilan dan benci pada kebenaran.

Al Qur’an sungguh bisa menghilangkan penyakit yang dapat mengantarkan pada keinginan-keinginan jelek (rusak) hingga baiklah hati. Keinginannya menjadi baik dan ia pun kembali pada fithrahnya yang telah ditabiatkan untuknya sebagaimana badan kembali pada tabi’atnya.

Hati akan semakin hidup dengan adanya iman dan Al Qur’an. Sebagaimana badan semakin hidup dengan sesuatu yang dapat menumbuhkan dan menguatkannya. Suburnya hati itulah semisal dengan tumbuhnya badan.

Sumber: Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Darul Wafa’, 10/95-96.

Buat yang lagi galau, yang pernah galau, atau yang suatu saat merasakan galau… ayo-ayo kita cari hiburan kegalauan dengan kembali kepada Al Qur’an. Kalamullah akan menyejukkan hati kita.😉

Lakukan yang terbaik semampu kita dan istirahat-lah ketika sudah kepayahan terhadap urusan dunia. Tapi tidak demikian untuk urusan akhirat. Segala yang kita kejar di dunia “terus menerus” akan selalu membuat kelelahan, sedangkan mengejar akhirat jangan sampai ada kata “lelah” sampai kita bertemu dengannya.🙂

-RN-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s