Oleh-Oleh Mudik: Hamil

43

Alhamdulillah, saya dan Eiji telah sampai di Sendai pada hari Kamis, 11 Juni 2015. Mudik selama sebulan lebih sedikit punya banyak oleh-oleh cerita. Salah satunya adalah saya hamil!😉 Alhamdulillah…

Ini adalah perjalanan kedua saya dan Eiji hanya berdua ke Indonesia. Pertama, saat Eiji masih di dalam perut (tahun 2012), kedua adalah mudik 2015. Karena Ayah sangat sibuk dan nggak ada cuti, jadi terbanglah kami hanya berduaan ke kampung halaman. ;) 

Jadi, sekitar dua pekan di Bandung saya sempat beli tes kehamilan dan ngecek. Tapi nggak terlalu memperhatikan detail hasilnya karena sibuk ngurus Eiji yang udah kangen rumahnya di Sendai. Minta pulang mulu dia!😀 Tanggal 16 Mei 2015 hasil tesnya positif, tanggal 17 Mei 2015 Eiji mimisan buanyaaaakkk.😦 Itu merupakan kali pertama dia mimisan selama hidupnya. Enggak demam, enggak sakit, tiba-tiba ngucur darah segar dari hidung. Duh… lama berhenti pula. Sekitar jam 9.00 malam diantar kakek-nenek, langsung ke Hermina Arcamanik buat ngecek kesehatan Eiji. Langsung masuk IGD. Setelah diperiksa, alhamdulillah hasilnya sehat dan diresepkan vitamin im-boost untuk daya tahan tubuh. Lega…

Kami pun pulang ke rumah. Oya, beberapa hari itu Eiji setiap malam bangun dan nangis-nangis merengek minta yakult jam 1 malam. Wiihh!! Ga biasanya anak ini rewel. Entah dia udah kangen Sendai, ato gimana, intinya jadi minta banyak gendong dan agak rewel. Bukan Eiji banget deh!

Rabu, 20 Mei 2015.

Nggak ada aktivitas berat, tiba-tiba setelah asar badan saya nggak enak. Muntah paraaaahhh sepanjang waktu sampe adzan Isya.😦 Nggak bisa makan apapun, bahkan makan siang pun sudah ke luar. Waduuhh, kenapa ini. Saya langsung minta ke dokter kandungan di Hermina Arcamanik. Itu pun udah ketar ketir, takut dokternya udah pulang. Sepanjang perjalanan masih muntah parah sampai lemas. Antri buat daftar super lamaaa. Pas minta kebagian dokter kandungan, petugasnya mengatakan bahwa jam prakteknya sudah selesai.😦 Dengan muka memelas dan beneran lemas, saya minta agar ditanyakan. Alhamdulillah, petugasnya mau menanyakan ke dokter apakah masih bisa menerima satu pasien lagi. Alhamdulillah bisa.🙂 Atas izin Allah.

Nggak perlu ngantri lama karena udah nggak ada pasien lain selain saya. Langsung ngecek berat badan, hpht, dan tensi. 90/60, ya memang segitu kisaran tensi saya. Kemudian masuk ke ruangan dr. Ira Febri Sp.OG bersama perawat. Kesan pertama, dokternya ramah dan mempersilakan untuk USG perut. Dan hasilnya kelihatan…. Alhamdulillah beneran hamil! Janinnya sehat, sesuai umurnya.🙂 *terharu bahagia* Rasa mual langsung serasa tertahan sejenak saat melihat di layar USG si akachan adeknya Eiji.😉

Hasil tes di Bandung

Hasil tes di Bandung

USG pertamasi Akachan

USG pertama si Akachan

Eiji yang ikut menemani saya saat diperiksa, dia pun bahagia mau punya adek.😀

Adek Eiji laki ato perempuan?

Pompuan… Ya kan mama, adeknya pompuan.  -> jawab polos si Eiji😀

Selamat ya Ibu, bayinya sehat… kata dr. Ika. Alhamdulillah.

Ini merupakan kehamilan yang ditunggu dan sesuai rencana. MasyaaAllah… Allah selalu memberi hadiah di waktu terbaik. Namun lagi-lagi saya nggak sadar kalo sedang hamil.😀 Dulu waktu hamil Eiji, kalo nggak iseng ngecek tespack, nggak bakalan tau kalo hamil. Ehh sekarang terulang lagi, hihihi… Habisnya suka males karena waktu itu ngetes berkali-kali masih negatif. Bahkan bulan Desember 2014 saya sempat ke dokter kandungan karena telat ternyata juga belum hamil.😀 Yasudahlah, dibuat santai, biarkan saja karena Allah yang Maha Tahu kapan waktu terbaik saya hamil lagi.🙂

Mual muntah masih berlanjut, tapi karena ngeceknya di Indonesia jadi saya dibekali obat anti mual, hihihi… Dokter Ika meresepkan mediamer dan asam folat. Itu ga bakal saya dapatkan kalo ngecek di Sendai. Seperti jaman Eiji dulu, mabok ya udah dinikmati aja dan minum pocarisweat, hahaha… Ga ada tuh namanya anti mual dan vitamin-vitamin kehamilan.😛

Alhamdulillah tertolong dengan adanya mediamer, karena kami harus melanjutkan terbang ke Semarang. Mudik belum usai.😉

Singkat cerita, selama di Indonesia sama sekali nggak ada ngidam makanan tertentu. Palingan mual-muntah di jam-jam tertentu.😀 Mungkin karena makanan di Indoensia beraneka ragam dan saya ga perlu masak kali ya, hahaha… Beneran nggak ada ngidam sama sekali.

Jaman Eiji juga nggak ada ngidam, karena saya mensugesti diri sendiri bahwa ngidam itu bakal menyusahkan diri sendiri. Wkekekeke…. Ternyata efektif! Nggak ngidam di hamil muda, musim dingin pula di Sendai saat itu.😀

Liburan telah usai, kami pun pulang ke Sendai. Detail perjalanan dengan 2 anak insyaAllah akan diceritakan lain waktu ya.😉

Sabtu, 13 Juni 2015

Saya datang ke dokter kandungan yang berbeda saat hamil Eiji. Saya pilih Kiyo Muraguchi Clinic, tempatnya lumayan jauh dari rumah. Cuma karena saya pengen pengalaman berbeda mencoba dokter kandungan baru, nggak masalah harus pergi ke sekitaran Sendai eki. hehe… Saya emang gitu orangnya, suka penasaran dengan hal-hal baru, termasuk urusan ini.😀 Dulu di Fujinka Koga Clinic, dekat dengan rumah.

Karena nggak bikin janji sebelumnya jadi harus nunggu lumayan lama. Sekitar satu jam baru nama saya dipanggil. Kliniknya luas, bernuansa pink dan sangat penuh dengan para wanita.😀 Di mana-mana dokter kandungan selalu penuh ya?! Sesaat setelah memasukkan kartu anggota dan hokkensho (kartu asuransi), saya diminta untuk ngecek urin, nimbang BB, dan cek tensi. Kemudian kembali bergabung dengan para wanita lainnya di ruang tunggu. Sepanjang menunggu, di sana disediakan banyak buku. Tapi semuanya kanji! Wkkwkwk… Yasudah, saya mengamati para pasien yang lagi nunggu.😀 Mayoritas 80% kemarin yang barengan saya tidak dalam keadaan hamil. Kok bisa tau? Kalo di Jepang, Ibu hamil memiliki tanda berupa gantungan khusus berwarna pink yang digantung di tasnya.😉

Gantungan tas tanda ibu hamil saat hamil Eiji.

Gantungan tas tanda ibu hamil saat hamil Eiji.

Nah, beberapa di antaranya remaja, ibu muda, dan ibu lansia. Paling banyak masih muda sih, seperti anak kuliahan. Orang Jepang kesadaran akan kesehatannya sangat tinggi, nggak tabu datang ke dokter kandungan meski belom nikah. Mereka prinsipnya lebih baik mencegah daripada mengobati.🙂 Mungkin konsep ini belum populer di Indonesia, budaya kita masih menganggap aneh kalo ada orang yang belom nikah tapi datang ke bidan ato dokter kandungan. Disangka kenapa-kenapa, hihihi…😀

Eniwei… Ini hasil USG si akachan.

9w1d

9w1d

InsyaaAllah HPL/duedate-nya 15 Januari 2016. Doakan lancar semuanya ya, temans…🙂

Oya, kehamilan kali ini saya bakal mengikuti sistem semi open. Maksudnya, selama hamil bakal sebagian ngecek di dokter Muraguchi dan sebagian lagi ke rumah sakit. Ini berbeda dengan jaman Eiji, dulu saya pilih sejak awal sampai melahirkan periksanya di rumah sakit. Lagi-lagi, biar ngerasain pengalaman dan cerita yang berbeda.😉 Untuk tempat melahirkan nanti, saya memilih kembali melahirkan di Tohoku Daigaku Byoin (Tohoku University Hospital). Sebenarnya ada beberapa pilihan rumah sakit, tapi karena suami bekerja di Tohoku University jadi langsung mendapat prioritas untuk melahirkan di sana.

Jadwal semi open clinic dan RS.

Jadwal semi open clinic dan RS.

Buku yang harus dibawa selain boshi techou. Jaman Eiji nggak pake buku ini karena sepanjang kehamilan full perikasa di RS.

Buku yang harus dibawa saat periksa selain boshi techou. Jaman Eiji nggak pake buku ini karena sepanjang kehamilan full perikasa di RS.

Agenda pekan besok adalah ke kuyakusho untuk mendaftarkan kehamilan, mengambil boshi techou, dan bakal dapat gantungan pink lagi. Punya Eiji sudah hilang sejak masih hamil Eiji.😀

Akhirnyaaa  kelar juga ceritanya! Alhamdulillah… Mohon doa semuanya, semoga proses kehamilan lancar, sehat, selamat, sampai melahirkan.😉

Siiyuuu…

-RN-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s