Idulfitri 1435 H/ 2014

1

Taqobalallahu minna wa minkum

Alhamdulillah solat Id di masjid Sendai berjalan dengan lancar. Ini kali ke lima saya merayakan Idul Fitri di Sendai, kali ke ke enam untuk suami, dan kali ke dua untuk Eiji. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 7.00 pagi dan berjalan kaki ke masjid Sendai (sebagaimana yang disunnahkan oleh Rasulullah). Jarak dari rumah kami sampai masjid sekitar 4 km, sekitar 40 menit jalan kaki. Alhamdulillah cuaca pagi ini tidak sepanas hari-hari sebelumnya. Beberapa tahun yang lalu panasnya lebih menyengat, mungkin karena saat itu Idulfitri jatuh di bulan Agustus (puncak musim panas). Sembari berjalan, di rute itulah ada banyak kenangan di dalamnya. Memori saya teringat pada lima tahun yang lalu, saat pertama pergi ke masjid Sendai. Kami bertemu dengan anjing yang sangat ganteng, gagah, namun sayangnya dia diikat sendirian di depan rumah sang majikan. Pagi ini pun saya melihatnya, dia masih ganteng seperti yang dulu, duduk sendirian di sana. Ah malangnya anjing itu! baca selanjutnya

Advertisements

Semoga Berkah Pak Suami!

Beberapa tahun lalu saya sempat cerita di sini tentang pak suami (alhamdulillah) diterima di postdoc JSPS. Hampir dua tahun sudah berlalu. Cerita selanjutnya, selepas dari postdoc JSPS, alhamdulillah pak suami diterima sebagai assistant professor di Tohoku University. InshaAllah kami masih akan berada di Sendai untuk beberapa tahun ke depan. Semoga berkah ilmunya dan berkah untuk semuanya. Selamat berkarya, kekasih! Amanah dan tanggung jawab makin besar, harus makin bertakwa. 🙂

 

-RN-

Perjalanan 5 Tahun di Sendai

Nggak kerasa, udah masuk taun kelima!

Kalimat itu yang terbersit di pikiran saya. Sudah hampir lima tahun tinggal di Sendai, sebuah ibukota di daerah Tohoku, Jepang. Bertemu dengan berbagai orang dari berbagai negara. Tentu juga bertemu dengan sesama WNI dari segala penjuru Indonesia, datang dan pergi, terus berganti menyelesaikan segala urusan masing-masing di kota ini.

Tiap episode perkenalan kemudian perpisahan. Ada rasa kangen dengan meraka yang sudah tidak ada di sini. Bertemu banyak orang, lama maupun sebentar, berinteraksi, sekedar tahu sampai kenal mendalam. Semua meninggalkan cerita masing-masing. 🙂

Tidak terasa hampir lima tahun di Sendai. Sejak berdua, hingga sekarang bertiga. Bagi saya, kota ini masih tetap nyaman seperti dulu.

1

-RN-