Tips Travelling Membawa Anak Balita

I am a baby traveller!

I am a baby traveller!😀

Halo Pembaca,

Cuaca Sendai sedang menggalau. Beberapa hari lalu cerah, hangat, dan berangin tanda musim semi segera datang. Pagi ini salju turun lumayan putih, memutihkan pepohonan di sekitar rumah kami.🙂 Jadi bukan cuma kita aja yang bisa galau, tapi cuaca pun ikutan galau. :D 

Aniwei… Beberapa teman meminta saya menuliskan tips dan `harta karun` yang biasa dibawa saat travelling dengan si bocah. Baiklah, mari kita bikin daftarnya!😉 Tentu saja daftar ini sangat fleksibel, menyesuaikan kebutuhan setiap anak (yang berbeda-beda). Sebelumnya saya pernah menuliskannya di blog ini, saat membawa Eiji jalan-jalan jarak jauh pertama kalinya pas umur setahun. Silakan dicek di sini.

Ini bawaan kami! Light travel, barang bawaan untuk 6 hari.

Ini bawaan kami! Light travel, barang bawaan untuk jalan-jalan 6 hari.

Pada dasarnya ada beberapa barang pokok yang sama, namun di usia yang lebih besar tentu saja jenisnya lebih sedikit dibanding untuk anak yang lebih kecil. Prinsipnya, makin kecil usia makin banyak bawaannya. Ya kan?😀 Apalagi makin dewasa, harusnya nggak banyak kecuali barang-barang pokok. Tapi tergantung sih, kalo kita tipenya modis dan harus mecing sana-sini tentu saja berbeda dengan bawaan tipe travel light/travel ringan. Saya termasuk tipe kedua, yang sebisa mungkin bawaannya nggak banyak saat jalan-jalan.🙂

Beberapa barang Eiji yang biasa saya bawa saat jalan-jalan di usia 2.5 tahun:

  1. Makanan dan minuman favorit. Cemilan dia biasanya buah, keju, dan onigiri. Minuman cukup air mineral, air putih yang menyehatkan.
  2. Mainan favorit. Nggak perlu banyak, cukup satu atau dua. Sebelum berangkat harus ditanya dulu mana mainan yang mau di bawa. Saat jalan-jalan ke Kyoto-Osaka kemarin dia membawa bola kecil (seukuran bola pingpong, agak sedikit besar), pemberian dari klinik dokter gigi langganannya. Biasa dia sebut `bola dokter`.😀 Bisa juga mobil-mobilan kecil, buku kecil, pokoknya yang paling ringan dan nggak ribet bawanya.
  3. Diapers dan tissu basah. Duet tak terpisahkan.
  4. Plastik. Ukuran besar dan kecil, sangat bermanfaat.
  5. Set baju/jaket sesuai musim dan lama jalan-jalan.
  6. Selimut serba guna/pashmina.
  7. Buggy stroller. Saat beli, pilih yang ringan dan gampang dibawa. Meskipun bagi sebagian orang nampak ribet saat harus melipat turun naik pesawat atau bus, tapi ini sangat membantu untuk bergerak. Anak tidak capek, bisa menikmati pemandangan tanpa rewel, ibu nggak capek gendong, dan bisa bergerak cepat karena tinggal didorong. Kalau dia harus jalan sendiri, tentu saja gerak kita harus mengikuti kecepatan langkah si batita. Itu lama!😉 Selain itu, stroller juga berguna untuk menggantungkan barang bawaan ibu. Jadi bisa hand free alias nggak ada beban bawaan tambahan di badan.🙂
  8. Rain coat stroller. Sangat terpakai saat mendadak hujan, jadi perjalanan kita tidak terhambat karena menunggu hujan berhenti.🙂
Meski hujan, Eiji tetap menikmati jalan-jalan.

Meski hujan, Eiji tetap menikmati jalan-jalan.

Kondisi anak agar menikmati perjalanan:

  1. Sebelum berangkat, menjelaskan kepada anak ke mana tujuannya dan alat transportasi yang digunakan. Ini sangat efektif membuat anak bersemangat dan penasaran untuk ikut pergi.😉
  2. Dalam keadaan sehat dan mood bahagia.
  3. Usahakan anak selalu kenyang dan tidur cukup.
  4. Jika nampak lelah, parkir dulu untuk mengajaknya bermain sebentar/ngobrol sambil menikmati jalan-jalan.
  5. Tidak dalam kondisi toilet training. Karena kita akan sibuk urusan per-WC-an dan pasti tidak menikmati jalan-jalan.
  6. Cermati perubahan mood anak, misalnya ada anak yang sedikit rewel jika mengantuk.
  7. Perhatikan kondisi popok penuh atau ingin ke WC.
  8. Tidak dalam proses penyapihan.

Barang bawaan ibu:

  1. Dompet dan isinya
  2. Set baju/jaket seperlunya, sesuai musim. Pilih jaket berkupluk, ringan, dan anti air.
  3. Sepatu nyaman untuk sehari-hari
  4. Tas punggung/koper/tas harian
  5. Handuk kecil
  6. Set kosmetik (lotion, minyak kayu putih, sikat dan pasta gigi, sisir, dll)
  7. Charger HP dan universal adapter (jika dibutuhkan), buku catatan kecil dan pulpen.

Jika jalan-jalan tanpa ada suami yang bisa membantu membawa `harta karun`, maka hindari membawa:

  1. Kamera DSLR. Cukup andalkan kamera HP atau kamera saku.
  2. Gagdet berlebihan.
  3. Laptop (jika tidak dipakai untuk bekerja).
  4. Barang-barang  yang tidak perlu, seperti hair dryer, setrika, bantal (ada di hotel).

Membawa barang yang paling penting dan dibutuhkan adalah cara efektif untuk meringankan beban bawaan. Mudah-mudahan travelling menjadi cerita yang menyenangkan, tanpa kerepotan dengan banyaknya harta karun yang dibawa.😉

Sagano Bamboo Forest, Arashiyama 2015.

Sagano Bamboo Forest, Arashiyama 2015.

InsyaaAllah besok pagi saya dan Eiji akan berangkat jalan-jalan ke luar kota. Sudah packing saking semangatnya!😀 Semoga semuanya lancar! Aamiiin. ^^

-RN-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s