Semangat (harus) Dipaksa!

Kadang semangat itu harus dipaksa! Ya, semangat dari dalam diri sendiri tidak selalu muncul ketika dibutuhkan. Urusan hati memang rumit, seperti halnya iman: kadang naik kadang turun. Sama halnya dengan semangat. Ini yang saya rasakan selama belajar nihongo (bahasa Jepang).😀

Dulu saya tidak memiliki semangat besar untuk belajar bahasa Jepang, sekedar untuk hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat itu, itu cukup bagi saya! Tidak adanya motivasi dari dalam diri sendiri, meskipun di luar banyak yang menyemangati namun itu tidak memberi efek besar dalam proses pembelajaran tersebut.

Dulu, tempat les saya sangat dekat dengan rumah, sekitar 10 menit jalan kaki (sambil males-malesan), saking dekatnya akhirnya suka bolos kalo salju lagi turun. Haha, pengakuan memilukan!😀 Saya juga heran kenapa dulu saya menyia-nyiakan kesempatan tersebut, lesnya bayar (harusnya kan semangat karena udah bayar!), tempatnya dekat, tapiiii… selalu aja ada alasan untuk memanfaatkan absensi dalam satu semester. Entah itu dingin, ada badai, turun salju, pokoknya ada aja yang membuat bolos belajar!😀

Bahkan sampai selesai semester di sana, hasrat dan motivasi menguasai nihongo masih sangat-sangat rendah. Itu karena saya tidak punya motivasi intrinsik. Udah susah, rasanya makin susah karena ga punya semangat!😀

Setelah punya kisah demikian, saya tidak ingin hal demikian terjadi lagi. Saya harus berubah, harus belajar sungguh-sungguh! Kalau saya bisa bicara nihongo *entah benar entah salah pola kalimatnya* yang penting lawan bicara mengerti maksud saya, maka akan ada banyak manfaat di sana. Saya berkebutuhan untuk bisa nihongo! Alasannya:

  1. Harus menyelesaikan berbagai urusan yang membutuhkan bahasa Jepang karena saat ini tinggal di Jepang.
  2. Harus mandiri dalam banyak hal karena saya tidak ingin mengganggu waktu suami. Waktunya sudah habis, bahkan waktu untuk dirinya sendiri.
  3. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, saya sangat ingin orang lain dapat mengambil manfaat dari nihongo yang telah saya pelajari.

Oke, saat itulah motivasi intrinsik muncul. Saya menjadi sangat bersemangat untuk belajar nihongo. Saat ini, tempat les lumayan jauh, sekitar 30 menit menggunakan bus, tapi saya berkomitmen untuk menggunakan sepeda PP ke sana. Hujan, badai, dingin sudah pernah terlewati; salju *sebentar lagi*. Mudah-mudahan tetap sehat dan tetap semangat!!😀

“Semangat” kadang kala harus dipaksa agar kita terus bergerak. Istirahat ketika lelah, tapi jangan biarkan rasa malas berlama-lama singgah dalam diri kita!😉

一緒に頑張りましょう!!😉

-RN-

One thought on “Semangat (harus) Dipaksa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s