Jalan-Jalan 2015: Backpaking Sendai, Kyoto, Nara, Osaka (9)

Rabu, 11 Maret 2015.

Pulang ke Sendai.

Liburan telah usai. Saatnya kami kembali ke dunia nyata dan negeri Sendai tercinta. 😀 Semua sudah siap, tinggal menunggu Eiji bangun dan langsung mengakutnya ke stasiun. Pesawat kami akan terbang pada pukul 11.30. Pukul 9.00 kami sudah naik kereta dari Shin Imamiya menuju Kansai Airport. Sarapan pagi dilakukan selama perjalanan menuju bandara. Semalam, kami membeli beberapa onigiri dan salad di donki hote depan hotel. Lumayan mengganjal perut. 😀

Alur drama seperti saat berangkat, air mata Eiji berderai ketika harus berpisah dengan stroller-nya. Hal itu tak berlangsung lama. Ketika masuk boarding room, dia sudah kembali ceria jalan ke sana – kemari.

Sibuk.

Sibuk.

baca selanjutnya

Jalan-Jalan 2015: Backpacking Sendai, Kyoto, Nara, Osaka (8)

Melanjutkan cerita sebelumnya, ada di sini.

Selasa, 10 Maret 2015.

Osakajo koen.

Osakajo koen.

Jalan kaki menyusuri Osakajo koen, melewati deretan pohon ume yang mulai mekar. Lumayan jauh untuk menjangkau stasiun. Sesampainya di stasiun, kami menuju ke Universal City of Walk. Sekali berganti kereta dengan Osaka loop line.

wpid-wp-1426140311707.jpeg

Keluar dari stasiun langsung masuk area Universal City of Walk. Tidak banyak cerita di sana, mari bercerita lewat foto-foto di bawah ini. 😉

wpid-wp-1426139996945.jpeg

USJ.

baca selanjutnya

Jalan-Jalan 2015: Backpacking Sendai, Kyoto, Nara, Osaka (7)

Melanjutkan cerita sebelumnya, klik di sini.

Selasa, 10 Maret 2015.

Masih hari yang sama, cerah, tapi berangin dingin.

Osaka Castle.

wpid-wp-1426140161641.jpeg

Urusan di Dotonbori sudah selesai, kami menuju ke stasiun Namba dan mencari rute ke Osakajo (Osaka castle). Menggunakan subway dan berganti sekali, akhirnya kami mencapai lokasi Osaka castle. Osakajo ini dibangun pada tahun 1583 oleh Toyotomi Hideyoshi dan menjadi simbol kota Osaka. Setelah mengalimi berbagai perang dan beberapa bagiannya hancur, akhirnya sekarang sudah kembali berdiri megah.  baca selanjutnya

Jalan-Jalan 2015: Backpacking Sendai, Kyoto, Nara, Osaka (6)

Melanjutkan cerita sebelumnya.

Selasa, 10 Maret 2015.

Ini adalah hari terakhir untuk keliling Osaka. 😦

Dotonbori dan Shinsaibashi.

Berangkat menuju stasiun Namba (berbeda dengan stasiun JR Namba) ke daerah Dotonbori dan Shinsaibashi. Daerah itu tak boleh dilewatkan jika mengunjungi Osaka. Beberapa maskot legendaris kota Osaka ada di sana. 😉 langit Osaka sangat cerah, setelah seharian kemarin hujan.

Di depan stasiun Namba.

Cerah! Di depan stasiun Namba.

Keluar dari stasiun Namba, berjalan ke kanan dan menyebrang menuju Ebisubashi suji.

Lurus jalan ke depan.

Lurus jalan ke depan.

Sepanjang Ebisubashi ini merupakan lorong pertokoan, jika jalan lurus maka akan menemukan Dotonbori. 😉 Kami menuju landmark yang sangat populer di sini. Spot yang selalu ramai dengan turis berbagai negara.

1. Kani Doraku Crab

wpid-wp-1426071180988.jpeg

the crab.

baca selanjutnya

Jalan-Jalan 2015: Backpacking Sendai, Kyoto, Nara, Osaka (5)

Melanjutkan cerita sebelumnya.

Senin, 9 Maret 2015.

Perjalanan ke Osaka.

Pagi itu hujan turun sejak tadi malam. Saya harus bergegas menyiapkan perjalanan ke Osaka. Semua sudah siap, tinggal menunggu Eiji bangun. Kami berangkat ke stasiun Kyoto dengan bus dan Eiji menggunakan jas hujan di stroller-nya. Jarak Kyoto-Osaka tak begitu jauh, bisa ditempuh dengan kereta rapid.

980 yen menuju stasiun Osaka.

980 yen menuju stasiun Osaka.

Selamat tinggal Kyoto!

Selamat tinggal Kyoto!

Hujan merata sepanjang perjalanan. Saya berdiri selama perjalanan, Eiji duduk manis di dalam stroller. Tak lebih dari satu jam, kami sudah sampai di Osaka eki.

Stasiun Osaka.

Stasiun Osaka.

Rute selanjutnya adalah mencari lokasi hotel kami di daerah Shin-Imamiya. Menggunakan JR Osaka loop line, kereta berwarna orange itu mengantarkan kami di stasiun Shin-Imamiya. Ini adalah kereta yang mengelilingi kota Osaka, seperti halnya JR Yamanote line di Tokyo. Cukup membutuhkan waktu saat mencari hotelnya, ditambah hujan makin deras. Setelah ketemu, ternyata jarak hotel sangat dekat dari stasiun. Hanya dibatasi oleh hotel Sun Plaza. 😀 Ternyata kami lewat pintu keluar yang jauh dari lokasi hotel. 😀  baca selanjutnya

Jalan-Jalan 2015: Backpacking Sendai, Kyoto, Nara, Osaka (4)

Melanjutkan cerita sebelumnya.

Minggu, 8 Maret 2015.

Setelah kemarin hujan seharian, alhamdulillah pagi ini matahari bersinar cerah. 🙂

Hutan Bambu Arashiyama.

Kami sangat bersemangat pagi ini. Bangun pagi, bergegas ke stasiun Randen menggunakan bus dari halte terdekat. Randen adalah salah satu perusahaan kereta di Kyoto, dengan sekali ganti kereta kami pun menjumpai stasiun Arashiyama. Keretanya tidak panjang, hanya satu atau dua gerbong. Bentuk dan warnanya sangat lucu! 😀

Kawaiii densha!

Si Randen datang!

Arashiyama adalah kawasan pinggiran Kyoto. Hutan bambu yang dijaga kelestariannya masuk dalam salah satu world heritage UNESCO, namanya Sagano Bamboo Forest. Saya adalah penyuka pemandangan alam, apalagi ijo-ijo. Rasanya sangat segar ketika mata ini melihat deretan hijau nan rimbun. Beneran cuci mata! 😀  baca selanjutnya

Jalan-Jalan 2015: Backpacking Sendai, Kyoto, Nara, Osaka (3)

Melanjutkan cerita sebelumnya, klik di sini.

Sabtu, 7 Maret 2015.

Langit mendung dan prediksi cuaca akan turun hujan sebanyak 80% hari ini.

Pojok Gion.

Gion merupakan salah satu spot turis yang termasuk dalam world heritage UNESCO. Satu hal yang paling terkenal di Gion adalah geisha/geiko dan maiko. Gang-gang di Gion dibiarkan bentuknya seperti jaman dulu sehingga menimbulkan kesan perkampungan Jepang kuno di tengah kota modern Kyoto. Ini sangat menarik para wisatawan. Geiko dan maiko san adalah para artis/seniman yang pandai menari, memainkan alat musik, dan berpenampilan khas. Jika beruntung, maka bisa menangkap gambar mereka. Berbedak putih, dengan kimono yang sangat cantik, menjinjing tas senada dengan warna kimononya. Itulah maiko. Namun jangan salah, di sana juga terdapat salon rental kimono dan fasilitas berdandan ala Maiko. Bisa jadi yang Anda foto adalah maiko `jadi-jadian` alias turis yang berdandan ala Maiko. 😀

Maiko san. Gambar dari google.

Maiko san. Gambar dari google.

Kebanyakan Maiko tidak suka diambil gambarnya, cool, dan berjalan cepat saat di kerumunan. Namun jika menemukan Maiko yang senang difoto, mungkin saja itu adalah turis dengan dandanan Maiko. 😉  baca selanjutnya