Kembali Mengajar TPA Sendai

Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan lagi kepada saya untuk mengajar TPA Sendai. Bagi saya, mengajar TPA adalah salah satu rejeki. Rejeki mengenalkan Allah dan Islam kepada anak-anak. 🙂 Beberapa tahun yang lalu, saya sempat mengajar TPA Sendai. Beberapa cerita tentang itu ada di blog ini, sekitar tulisan di tahun 2011. Saat itu anak-anak dari berbagai usia dan banyak, mayoritas dari Indonesia dan ada beberapa dari Mesir. Saya jatuh cinta kepada mereka! Mengajar sendirian dan banyak anak rasanya nggak capek, sepekan 3 kali, masyaaAllah… Mereka bersemangat, saya pun juga! Allah lah yang memudahkan semuanya. 🙂 Oya, salah satu curhatan anak-anak yang bikin meleleh ada di sini. Terharu saat membacanya dan kembali mengingat hal tersebut. 🙂  baca selanjutnya

Jalan-Jalan TPA Sendai: Nanakita Koen

Seperti kakek dikerubutin cucu-cucunya. 😀

Bertepatan dengan bunka no hi (hari kebudayaan) yang merupakan libur nasional, kami memanfaatkan libur tersebut untuk jalan-jalan. Setelah rencana jalan-jalan dibatalkan beberapa pekan lalu karena hujan, alhamdulillah hari ini bisa kesampaian mewujudkannya. 😀 Tim TPA Sendai komplit! dibantu oleh beberapa teman dan orang tua, kami jalan-jalan ke Izumi Nanakita koen. Kumpul jam 9 pagi di subway Kitayobancho *ga pake telat* 😀 kemudian berangkat bareng ke sana. Sekalian mengajarkan kepada anak-anak bagaimana cara mengelola uangnya masing-masing (bekal dari orangtua), mengenalkan cara membeli tiket subway/chikatetsu 地下鉄 kemudian mengajarkan bagaimana cara memasukkan tiket, dan menggunakan transportasi tersebut. Anak-anak satu per satu memasukkan uangnya masing-masing, kemudian memilih tarif tujuan, dan menggunakan tiketnya. Masing-masing juga bertanggung jawab menyimpan tiket tersebut yang nantinya digunakan lagi saat akan keluar dari stasiun. 😉  baca selanjutnya

Aku Ga Takut Setan!: penjagaan terhadap anak-anak

Anak shaleh harta di dunia dan di akherat.

Anak saya bertambah 2 orang, baru beberapa hari lalu datang dari Indonesia. Jadi sekarang saya memiliki 3 anak balita dan yang lain sudah lulus balita. 😀 Oke, sebelumnya tentu saja memperkenalkan keduanya kepada anak-anak. Saya bilang kepada mereka agar membantu teman barunya saat belajar di sini juga di sekolah. Mereka sangat terbuka dengan kehadiran teman-teman barunya. Alhamdulillah… 😀  baca selanjutnya

Menepati Janji

"Kedustaan tidak dibolehkan baik serius atau main-main, dan tidak boleh salah seorang kalian menjanjikan anaknya dengan sesuatu lalu tidak menepatinya.”

Beberapa pekan lalu telah berjanji kepada anak-anak bahwa Sabtu ini, tanggal 22 Oktober 2011, kami berencana untuk pergi jalan-jalan. Hari itu semakin dekat, dua hari lagi! Setelah melihat tenki.jp ternyata perkiraan cuaca Sabtu besok adalah hujan. 😦 Keakuratannya 98% lah, kita bisa percaya dengan prakiraan cuaca ala tenki.jp itu. Dengan demikian, kemungkinan besar rencana jalan-jalan bareng anak-anak bakal gagal. 😦 padahal mereka excited banget, beberapa kali nanyain mulu. Sedih pokoknya… Tapi mao gimana lagi, harus tetap mensyukuri nikmat hujan, semoga membawa berkah. 😉  baca selanjutnya

Latihan Menjadi Pemimpin Sejak Kecil

InsyaAllah menjadi putra-puri shalih shalihah.

Maghrib semakin cepat, subuh semakin lambat, inilah musim gugur! Cerita kali ini masih tentang anak-anak *yang ga akan pernah kehabisan cerita. 😉 Karena waktu shalat maghrib datang pukul 5.08, maka anak-anak shalat berjamaah di tempat TPA. Alhamdulillah anak-anak sudah belajar menjaga shalat wajibnya. 🙂 Kalo biasanya pas TPA mereka belajar/latian shalat bareng-bareng, maka tadi sore dipraktekkan secara langsung bareng-bareng pula (dalam kondisi shalat sebenarnya). Mereka memulainya dengan antri wudhu. Sebelumnya, oya ada sedikit cerita tentang latian tertibnya anak-anak. baca selanjutnya

せんせいたち Sensei tachi

Jadwal ketemu anak-anak dengan agenda agak berbeda dari biasanya. Tim kali ini lumayan komplit, jika sebelumnya ada yang meriang hari ini udah baikan dan kembali ceria. Cuacanya pun secerah wajah anak-anak, sejuk tidak terlalu dingin. 🙂 Kebetulan pula hari ini ada yang membawa buku cerita anak-anak beberapa biji, katanya oleh-oleh si papa pas ke Indonesia. Langsung deh ada rikues materinya dari buku cerita itu. Wokey! baiklah nanti kita baca bareng-bareng yaaa… 😀 baca selanjutnya