Mengajar itu Menyenangkan!

Kesebelasan komplit! 😀

Tiba juga saat mengevaluasi perilaku anak-anak setelah kejadian kelas heboh beberapa hari lalu. Mengevaluasi apakah ada perubahan perilaku dari anak-anak? Sebelas anak datang komplit! Hasilnya, alhamdulillah mereka menunjukkan perubahan signifikan! Rame? masih ada, namun masih bisa ditolerir. Masih wajar! 😉 Intinya dibilangin langsung pada nurut, ga sampe bikin bibir cape’. *bahagia* 😀 Memang benar, kesuksesan sebuah pendidikan (khususnya pada anak-anak) membutuhkan kerja sama dua arah antara orangtua dan pengajar. 🙂 baca selanjutnya

Jalan-Jalan TPA Sendai: Nanakita Koen

Seperti kakek dikerubutin cucu-cucunya. 😀

Bertepatan dengan bunka no hi (hari kebudayaan) yang merupakan libur nasional, kami memanfaatkan libur tersebut untuk jalan-jalan. Setelah rencana jalan-jalan dibatalkan beberapa pekan lalu karena hujan, alhamdulillah hari ini bisa kesampaian mewujudkannya. 😀 Tim TPA Sendai komplit! dibantu oleh beberapa teman dan orang tua, kami jalan-jalan ke Izumi Nanakita koen. Kumpul jam 9 pagi di subway Kitayobancho *ga pake telat* 😀 kemudian berangkat bareng ke sana. Sekalian mengajarkan kepada anak-anak bagaimana cara mengelola uangnya masing-masing (bekal dari orangtua), mengenalkan cara membeli tiket subway/chikatetsu 地下鉄 kemudian mengajarkan bagaimana cara memasukkan tiket, dan menggunakan transportasi tersebut. Anak-anak satu per satu memasukkan uangnya masing-masing, kemudian memilih tarif tujuan, dan menggunakan tiketnya. Masing-masing juga bertanggung jawab menyimpan tiket tersebut yang nantinya digunakan lagi saat akan keluar dari stasiun. 😉  baca selanjutnya

Aku Ga Takut Setan!: penjagaan terhadap anak-anak

Anak shaleh harta di dunia dan di akherat.

Anak saya bertambah 2 orang, baru beberapa hari lalu datang dari Indonesia. Jadi sekarang saya memiliki 3 anak balita dan yang lain sudah lulus balita. 😀 Oke, sebelumnya tentu saja memperkenalkan keduanya kepada anak-anak. Saya bilang kepada mereka agar membantu teman barunya saat belajar di sini juga di sekolah. Mereka sangat terbuka dengan kehadiran teman-teman barunya. Alhamdulillah… 😀  baca selanjutnya

Menepati Janji

"Kedustaan tidak dibolehkan baik serius atau main-main, dan tidak boleh salah seorang kalian menjanjikan anaknya dengan sesuatu lalu tidak menepatinya.”

Beberapa pekan lalu telah berjanji kepada anak-anak bahwa Sabtu ini, tanggal 22 Oktober 2011, kami berencana untuk pergi jalan-jalan. Hari itu semakin dekat, dua hari lagi! Setelah melihat tenki.jp ternyata perkiraan cuaca Sabtu besok adalah hujan. 😦 Keakuratannya 98% lah, kita bisa percaya dengan prakiraan cuaca ala tenki.jp itu. Dengan demikian, kemungkinan besar rencana jalan-jalan bareng anak-anak bakal gagal. 😦 padahal mereka excited banget, beberapa kali nanyain mulu. Sedih pokoknya… Tapi mao gimana lagi, harus tetap mensyukuri nikmat hujan, semoga membawa berkah. 😉  baca selanjutnya

Muslim di Sendai

Sendai, kota tempat tinggal kami terletak di pulau Honshu sebelah timur. Kota ini bukanlah kota industri seperti kota besar lainnya, secara umum bisa dikatakan cenderung しずか sehingga nyaman untuk belajar. Orang asing mayoritas sebagai pelajar dan peneliti, namun ada juga di antaranya bekerja sebagai pengusaha (kebanyakan saudagar Pakistan). Beberapa diantaranya adalah umat muslim. Kegiatan umat muslim di sini dipusatkan di masjid Sendai. Jika di Indonesia bertebaran banyak masjid dan kita tinggal pilih dimana mau shalat, maka di Miyagi hanya ada satu masjid yaitu masjid Sendai. Kegiatan di luar bulan Ramadhan ada kajian rutin sepekan sekali, untuk muslim dan muslimah internasional, tempatnya di masjid Sendai. Kami belajar tentang Islam dan tahsin. Nah, pengajian untuk muslim Indonesia juga biasa dilakukan intern komunitas Indonesia. 🙂 baca selanjutnya

Latihan Menjadi Pemimpin Sejak Kecil

InsyaAllah menjadi putra-puri shalih shalihah.

Maghrib semakin cepat, subuh semakin lambat, inilah musim gugur! Cerita kali ini masih tentang anak-anak *yang ga akan pernah kehabisan cerita. 😉 Karena waktu shalat maghrib datang pukul 5.08, maka anak-anak shalat berjamaah di tempat TPA. Alhamdulillah anak-anak sudah belajar menjaga shalat wajibnya. 🙂 Kalo biasanya pas TPA mereka belajar/latian shalat bareng-bareng, maka tadi sore dipraktekkan secara langsung bareng-bareng pula (dalam kondisi shalat sebenarnya). Mereka memulainya dengan antri wudhu. Sebelumnya, oya ada sedikit cerita tentang latian tertibnya anak-anak. baca selanjutnya

Istiqomah-nya Anak-Anak

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Robb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap beristiqomah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan (di dunia)” (Terjemah QS. Al Ahqaaf 46: 13-14)

Tidak dapat dipungkiri, istiqomah dan konsisten dalam beragama merupakan hal yang sangat sulit. Membahas tentang istiqomah, saya belajar dari anak-anak. Istiqomah-nya anak-anak sangat sederhana, mereka mengerjakan apa yang mereka ketahui sebagaimana kemampuan masing-masing. Anak-anak yang sangat bersih, tulus, mampu memahami “istiqomah” tak sekedar dalam defenisi namun pada prakteknya sehari-hari. 🙂 baca selanjutnya