Cerita SMA

1Malam ini, kesempatan kembali menulis di blog setelah absen beberapa bulan. Sunyi, jam menunjukkan pukul 23.51. Besok pagi insyaaAllah kita akan merayakan hari raya Idul Adha. Ini merupakan lebaran saya di Sendai ke 16 kali. Alhamdulillah, meski demikian tetap harus bersyukur. Ada banyak hal yang bikin bahagia dalam hidup kita, terkadang luput kita pikirkan dan syukuri karena kita terlalu sibuk dengan apa yang tidak kita punya. Misalnya: saat ini saya sedang melo, kangen mendengarkan gema takbir secara langsung menjelang lebaran. Nggak ada gema takbir, yuk buka yutub dan puter takbiran yang rame. 🙂 Memang terkadang hati kita harus dipaksa qona`ah menerima dan mensyukuri apa yang Allah berikan saat ini kepada kita. 🙂 Termasuk kesempatan kembali menulis di blog ini, alhamdulillah.
baca selanjutnya

Advertisements

Demi Anak: Serba Serbi Seorang Ibu

img_20160422_143310.jpg

Saya, seorang ibu rumah tangga dengan dua anak, tanpa jasa ART. Dalam keseharian menghadapi manusia (anak-anak) yang sangat dinamis perkembangannya. Kadang manis, kadang pula membuat suasana seperti lambaikan tangan ke kamera alias pengen teriak kenceng pliisss tolong saya sebentar. Bagi yang pernah merasakannya, pasti nyengir membaca kalimat di atas. 😀 Versi sholih, berdoa aja buuu dari pada teriak. 😀 baca selanjutnya

Membiasakan Anak Berani ke Dokter

Pergi ke dokter atau mengunjungi klinik biasanya dilakukan ketika ada bagian tubuh yang merasakan sakit. Sebenarnya, tidak harus demikian. Ketika tubuh sehat, pergi ke dokter untuk kepentingan lainnya juga diperlukan. Misalnya sekedar cek kesehatan, nggak harus nunggu sakit dulu. Namun kesadaran akan hal ini mungkin belum banyak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat kita.

1.jpeg

baca selanjutnya

Persiapan Eiji dan Mama Menyambut Adik Baru

Khusyuk melihat foto USG akachan. :D

Khusyuk melihat foto USG akachan. 😀

Alhamdulillah, perjalanan kehamilan sudah menginjak pekan ke 30. Tidak terasa ya! Bedanya dengan hamil pertama dulu, setiap hari membuka kalender, rasanya lama banget. Haha… Anak pertama! 😀 Kehamilan kedua rasanya sangat cepat, mungkin karena sibuk dengan si kakak Eiji. 😉

Persiapan packing koper buat dibawa saat melahirkan udah beres. Jaman Eiji dulu umur 28 minggu, yang sekarang pas menuju 30 minggu. Kalo ditunda lagi takut lebih repot karena perut makin gendut. 😀 Dalam proses packing, Eiji sangat semangat bantu mama. Sambil terus ngoceh dan tanya ini itu, dia sibuk memasukkan barang-barang ke koper`mana lagi, mama?` beberapa kali kalimat itu muncul. 😀 Sambil sibuk packing tiba-tiba dia bilang: baca selanjutnya

Survei Sekolah Eiji: Aramaki Youchien

InsyaaAllah dua bulan lagi Eiji akan genap tiga tahun. Artinya, April 2016 sudah boleh sekolah TK. Yey! 😀 Nggak cuma Eiji yang bahagia, ibunya juga!

Rabu, 25 Juni 2015

Saya janjian dengan mama Jepang, mamanya teman Eiji buat survei youchien (TK). Kebetulan anak kami sebaya jadi bisa masuk TK bareng. Di sini nggak bisa sembarang waktu datang ke sekolah, harus ada janjian dulu dengan pihak sekolah kapan waktu mereka bisa dikunjungi. Kami janjian jam 10 di Kitasendai eki buat ketemuan. Pas banget cuaca lagi hot hari itu! 😀

di depan stasiun Kitasendai.

di depan stasiun Kitasendai.

baca selanjutnya

Dukungan Nenek dalam Penerapan Aturan kepada Cucu

Saya termasuk tipe ibu yang lumayan ketat urusan makanan anak. Meskipun begitu, saat mudik kemarin Eiji masih sempat mencret. 😦 Alhamdulillah nggak berlangsung lama. Dia terbiasa ngemil sayuran dan buah-buahan mentah sejak mulai makan. Ketika di Indonesia, Eiji melanjutkan hobinya ngemil paprika mentah. Hasilnya, muntah dan mencret. Ternyata ini nggak bisa diterapkan untuk perut Eiji saat di Indonesia.

Kebiasaannya, buka kulkas, nemu paprika langsung minta dicuci dan dipotong. Itu juga yang dia lakukan di Indonesia, ternyata perutnya nggak kuat. Lagi-lagi masalah hygiene. Itu adalah contoh sederhana, sudah dijaga pun masih demikian, apalagi dibiarkan tanpa aturan.

1

Saya sangat bersyukur memiliki ibu mertua yang sangat kooperatif dan mendukung aturan saya dalam memberikan makanan kepada anak. Pandangan bahwa membiasakan makanan sehat, meminimalkan konsumsi junk food, dan nggak sembarang memberi makanan kepada anak nggak banyak masalah saat kami mudik ke Bandung.

Nenek Bandung selalu menanyakan kepada saya apakah makanan/minuman ini boleh diberikan kepada Eiji atau tidak, sebelum menawarkan kepada si Eiji. Ketika saya Oke, baru diberikan. Ketika saya nggak oke, ya nggak diberikan. Itu yang sangat saya suka dari beliau.

baca selanjutnya