Merenungi Pernikahan

Sendai, 18 Juli 2018

83aaea17-5080-4159-a473-45fc6af61151

Sepanjang hari kemarin di benak saya terlintas tentang topik pernikahan. Sekian waktu direnungi, ternyata makna pernikahan itu sangat kompleks. Jika dulu saat menikah, saya belum mempelajari banyak hal mendetail dalam pernikahan secara mendalam. Seiring berjalannya waktu, tahun 2018 baru terpikirkan banyak hal lagi yang lebih kompleks.  baca selanjutnya

Terima Kasih Suami

Sendai, 11 Juli 2018

img_0297

Assalamu’alaykum warahmatullah

Hallo Ayah! Pagi ini, saat rumah masih sepi, anak-anak belum bangun, aku bisa nulis di blog. Mumpung ada waktu menuliskannya. Semoga kamu berkenan. 🙂

Nggak kerasa kita hidup bareng hampir satu dekade ya. Nggak kerasa! Dari jaman awal umur 20an dan sekarang kita di awal 30an. Jaman dulu yang dipikirin jalan-jalan, kulineran, ehh… sampe sekarang ding! Aku masih seperti itu. Kamu selalu rajin ingatin aku buat belajar.  baca selanjutnya

Jodohmu adalah Cerminan Dirimu

img_0164

Hidup ini sederhana. Allah memberi sebagaimana kebutuhan diri kita. Allah menyatukan dua orang berdasar timbangan akhlak dan kadar ketaatan kepadaNya. Bukan berdasar taraf kecantikan, kegantengan, kekayaan, kepintaran, dan segala timbangan dalam kaca mata dunia.

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Terjemah QS. An Nur: 26.

Demikian janji Allah dalam Al Quran tentang jodoh. Saat ada ketimpangan pada tingkat akhlak dan ketaatan agama pasangan hidup, maka Allah akan memisahkannya. Seperti kisah Fir’aun dan Asiyah (suami kafir dan istri taat) maupun kisah nabi Luth dan istrinya (suami taat dan istri tidak taat); maka Allah pun memisahkan mereka. Jadi… Seberapa baik/buruk diri kita saat ini, seperti itulah jodoh kita. baca selanjutnya

Sembilan Tahun Pernikahan: Saling Berpesan jika Berpisah

Oh iya ya… sembilan tahun ya kita bareng.

img_0159

Sembilan tahun pernikahan sudah terlewati. Nggak terasa! Kalimat itu muncul saat tiba-tiba teringat bahwa kami menikah. Sudah menikah. Telah menikah. Sudah berjalan sembilan tahun lamanya. Memang biasanya nggak ngerasa menikah? Kami merasa seperti berteman, jadi kalo nggak mengingat-ingat bahwa berteman dalam pernikahan; ya kadang lupa kalo menikah. Perasaan yang aneh, bukan aneh ding! Unik. baca selanjutnya

Perjalanan ke Sembilan Tahun Pernikahan

 

Ketika kita menghabiskan waktu untuk hidup bersama orang yang tepat, maka waktu yang panjang akan terasa sangat singkat. Alhamdulillah, tahun ini kami telah melewati delapan tahun pernikahan. Nggak terasa! MasyaaAllah… 🙂 Teringat ketika kami menikah dulu, kami sama-sama berusia 22 tahun. Usia yang tergolong muda di zaman itu untuk memutuskan membentuk sebuah ikatan di dunia akherat. Berbekal doa dan dukungan dari orang-orang yang menyayangi kami, alhamdulillah pernikahan berjalan lancar.  baca selanjutnya

Saya Tidak Sempurna, denganmu Menjadi Sempurna

1

Menemukan pasangan hidup, lantas menikah adalah suatu hal dalam hidup yang harus disyukuri. Mengapa? Karena tidak semua orang ditakdirkan menikah (memiliki pasangan) di dunia. Satu hal yang pasti, orang yang kita nikahi bukanlah manusia sempurna. Begitupun dengan kita. Bukan hal mudah untuk hidup dengan orang yang sama, sepanjang umur. Apalagi dengan segenap kekurangan yang ia miliki. Tentu tidak mudah menyatukan pandangan hidup, pola pikir, dan segala perbedaan lainnya. Tidak ada manusia di dunia ini yang `se-iya sekata` karena sejak awal sudah berbeda banyak hal (keluarga, latar belakang, pendidikan, dan lainnya), hal itu harus kita sadari. baca selanjutnya

Pernikahan Tahun Kelima

Tahun ini pernikahan kami menggenapkan angka lima tahun. Tidak ada yang istimewa, tidak ada perayaan khusus, dan tidak ada ulang tahun. Ini hanyalah gugusan angka cantik yang inshaAllah akan terus bertambah sepajang umur kami. Tidak lagi berdua, namun bertiga. Ada kehadiran batita cerdas dan sehat di antara kami. Itulah harta yang paling berharga selama lima tahun ini. Alhamdulillah Allah memberikan keluarga yang sempurna. Bukan sempurna di mata orang lain, tapi sempurna bagi saya. 🙂

Pondasi kehidupan paling awal adalah pondasi dalam keluarga. Semoga keluarga ini mendapat ridho Allah dan terus bersama hingga Jannah-Nya. Aamiin.. 🙂

-RN-