Syahadat-nya Seorang Muallaf

kalimat syahadat

Pengalaman yang sangat berarti, berkesempatan menyaksikan seorang muallaf Jepang secara langsung ketika mengucapkan dua kalimat syahadat. Syahadat merupakan pintu gerbang utama sebelum seseorang menjadi muslim (Islam). Bertempat di masjid Sendai. Pas ngeliat langsung, perasaan saya ikut deg-degan *padahal mau akad nikah malah ga deg-degan*. Gimana ya? susah diungkapkan! Deg-degan menjelang pengucapan ikrar tersebut, kemudian muncul kebahagiaan di hati setelah mendengarnya. Terharu! Alhamdulillah… 🙂  baca selanjutnya

Doa memohon surga dan dilindungi dari neraka

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِى خَيْرًا

Allahumma inni as-alukal jannah, wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw ‘amal, wa a’udzu bika minan naari wa maa qorroba ilaiha min qoulin aw ‘amal, wa as-aluka an taj’ala kulla qodho-in qodhoitahu lii khoiroo.”

Ya Allah, aku meminta surga pada-Mu serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari neraka serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya. Ya Allah, jadikanlah setiap takdir yang Engkau peruntukkan untukku adalah baik.

HR. Ibnu Majah no. 3846 dan Ahmad (6/133), dari Ummu Kultsum binti Abi Bakr, dari ‘Aisyah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Renungan: Menghindari Perdebatan

Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda. HR. Abu Daud

baca selanjutnya

Perayaan Hari Raya Idul Adha 1432 H

Keluarga besar PPI Sendai, acara Idul Adha 1432 H/ 6 November 2011

Alhamdulillah hari ini kita merayakan hari raya Idul Adha, untuk kesekian kalinya saya merayakan lebaran di negeri orang. Meski tidak berjumpa sanak keluarga, namun kekeluargaan tetap bisa dirasakan dengan seluruh keluarga muslim di Sendai. Pagi-pagi kami shalat Ied di masjid Sendai, semua umat muslim dari segala bangsa berkumpul di sana.  baca selanjutnya

Jalan-Jalan TPA Sendai: Nanakita Koen

Seperti kakek dikerubutin cucu-cucunya. 😀

Bertepatan dengan bunka no hi (hari kebudayaan) yang merupakan libur nasional, kami memanfaatkan libur tersebut untuk jalan-jalan. Setelah rencana jalan-jalan dibatalkan beberapa pekan lalu karena hujan, alhamdulillah hari ini bisa kesampaian mewujudkannya. 😀 Tim TPA Sendai komplit! dibantu oleh beberapa teman dan orang tua, kami jalan-jalan ke Izumi Nanakita koen. Kumpul jam 9 pagi di subway Kitayobancho *ga pake telat* 😀 kemudian berangkat bareng ke sana. Sekalian mengajarkan kepada anak-anak bagaimana cara mengelola uangnya masing-masing (bekal dari orangtua), mengenalkan cara membeli tiket subway/chikatetsu 地下鉄 kemudian mengajarkan bagaimana cara memasukkan tiket, dan menggunakan transportasi tersebut. Anak-anak satu per satu memasukkan uangnya masing-masing, kemudian memilih tarif tujuan, dan menggunakan tiketnya. Masing-masing juga bertanggung jawab menyimpan tiket tersebut yang nantinya digunakan lagi saat akan keluar dari stasiun. 😉  baca selanjutnya

Belajar Bermasyarakat: hak tetangga

“ayo Dhe, IRT juga bisa berkarya sangat produktif.”

Setahun yang lalu suami mengatakan hal ini kepada saya. Tidak hanya tahun lalu, tiap waktu, hampir tiap detik *saking seringnya* dia selalu mengingatkan agar saya terus belajar. Belajar apapun! Saya memaknai ucapannya tak sekedar prestasi/karya yang selama ini dilihat banyak orang, seperti mempunyai posisi tertentu, mempunyai karir di luar rumah, popularitas, dan sebagainya. Saya lebih memaknainya bahwa saya harus terus belajar sepanjang hidup. Belajar berbagai hal yang ingin saya pelajari sehingga saya bisa memberi manfaat kepada orang lain selama hidup. Belajar tidak hanya terbatas pada dunia akademik formal, tetapi belajar pada universitas kehidupan tidak ada batasannya. Sekolah formal, of course! spirit untuk itu masih ada sampai sekarang. 😉 Namun belajar di kehidupan sehari-hari tidak kalah penting dan harus dilakukan. Saya berharap ilmu itu bermanfaat untuk banyak orang. Saat inilah, mulai dari hal-hal kecil belajar bagaimana memberdayakan diri sendiri dan tidak terikat dengan instansi.
baca selanjutnya