Kembali Mengajar TPA Sendai

Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan lagi kepada saya untuk mengajar TPA Sendai. Bagi saya, mengajar TPA adalah salah satu rejeki. Rejeki mengenalkan Allah dan Islam kepada anak-anak. 🙂 Beberapa tahun yang lalu, saya sempat mengajar TPA Sendai. Beberapa cerita tentang itu ada di blog ini, sekitar tulisan di tahun 2011. Saat itu anak-anak dari berbagai usia dan banyak, mayoritas dari Indonesia dan ada beberapa dari Mesir. Saya jatuh cinta kepada mereka! Mengajar sendirian dan banyak anak rasanya nggak capek, sepekan 3 kali, masyaaAllah… Mereka bersemangat, saya pun juga! Allah lah yang memudahkan semuanya. 🙂 Oya, salah satu curhatan anak-anak yang bikin meleleh ada di sini. Terharu saat membacanya dan kembali mengingat hal tersebut. 🙂  baca selanjutnya

Advertisements

Eiji Hapal QS. An Naas

1

Setelah bisa bicara bahasa Indonesia dengan lancar, Eiji mulai menghapal beberapa ayat dalam Al Quran. Ketika usia 2 tahun 6 bulan, dia mulai mengucapkan beberapa penggal kata dan kalimat dalam Al Quran, namun belum utuh. Suatu ketika, saat bermain sendiri `mojok` sambil main, tiba-tiba terdengar sayup-sayup lantunan bacaan Al Quran. Eiji telah menghapal Surat An Nas komplit di usia 2 tahun 8 bulan. Alhamdulillah…  baca selanjutnya

Hadits Tentang Teman Bergaul

1

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap. (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Saya sedang merindukan teman-teman yang selalu mengingatkan tentang akhirat, sehingga mendorong untuk selalu berlomba dalam kebaikan. Saya merindukan teman-teman itu, para pecinta akhirat, mereka menghabiskan masa remaja dengan hal-hal bermanfaat. Saya sangat mencintai mereka. baca selanjutnya

Galau

Kutipan ke-galau-an:

Fenomena perasaan GALAU sepertinya sedang marak melanda saat ini. Dalam kasus saya, misalnya, keadaan di lab bisa menghasilkan stres, gundah gulana karena tak bisa mencapai suatu target yang barangkali terlampau tinggi. Ada baiknya mengingat pesan Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam,
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ ؛ فَهُوَ أجْدَرُ أنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ الله عَلَيْكُمْ
“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian (dalam perkara duniawi) dan janganlah kalian melihat orang yang lebih di atasnya. Maka sesungguhnya hal itu akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat yang Allah berikan kepada kalian.” [HR Muslim]

baca selanjutnya

Syahadat-nya Seorang Muallaf

kalimat syahadat

Pengalaman yang sangat berarti, berkesempatan menyaksikan seorang muallaf Jepang secara langsung ketika mengucapkan dua kalimat syahadat. Syahadat merupakan pintu gerbang utama sebelum seseorang menjadi muslim (Islam). Bertempat di masjid Sendai. Pas ngeliat langsung, perasaan saya ikut deg-degan *padahal mau akad nikah malah ga deg-degan*. Gimana ya? susah diungkapkan! Deg-degan menjelang pengucapan ikrar tersebut, kemudian muncul kebahagiaan di hati setelah mendengarnya. Terharu! Alhamdulillah… 🙂  baca selanjutnya