Menyapih dengan Cinta

Hadits dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Kemudian Malaikat itu mengajakku melanjutkan perjalanan, tiba-tiba aku melihat beberapa wanita yang payudaranya dicabik-cabik ular yang ganas. Aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat itu menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i). (HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya 7491, Ibnu Khuzaimah 1986, dan Syaikh Muqbil rahimahullah dalam Al-Jami’ush Shahih menyatakan: “Ini hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu.” Hadis ini juga dinilai shahih oleh Imam Al-Albani).

Menyapih dengan cinta atau bahasa populernya Weaning with Love (WWL) menjadi salah satu impian saya buat Eiji. Semua orang sudah paham bahwa ASI adalah makanan terbaik yang dibutuhkan oleh seorang bayi/anak. Namun, ikatan batin terindah yang terjalin saat menyusu/i hanya bisa dipahami oleh seorang anak dan ibunya. Awalnya dimulai dengan cinta, maka diusahakan diakhiri pun tetap penuh cinta. 🙂 Cerita ini sifatnya sangat individual. Setiap orang pasti punya kisah dan pengalamannya masing-masing saat menyapih anaknya. baca selanjutnya