Buggy Stroller

Diawali dengan rencana mudik, mulai pikir-pikir nanti bawa stroller ato enggak. Kalo enggak, kudu siap gendong Eiji sepanjang waktu dan tentunya saya tidak sanggup. Kalo bawa, ada banyak risikonya hasil dari gugling pengalaman orang-orang yang bawa stroller di bagasi pesawat.

Jadi tuh ada kemungkinan stroller dalam kondisi:

  1. aman (super beruntung)
  2. rusak ringan, minimal kebaret
  3. kelengkapannya ilang
  4. mur lepas
  5. rusak berat karena dibanting-banting pas masuk bagasi
  6. hilang (yang paling parah)

Oya, berdasar pengalaman saya pas mudik ke Indonesia, dari Jakarta naik BATAVIA AIR untuk penerbangan dalam negeri (dicetak tebal biar semua pada tau, untung sekarang udah gulung tikar bangkrut!) dulu koper rusak karena dibobol dan gemboknya dipotong. Maka untuk urusan stroller kali ini saya nggak mau ambil risiko. Stroller Eiji yang pernah saya ceritakan di sini, udah cocok banget dengan saya dan Eiji. Sejak Eiji baru lahir sampe sekarang 9 bulan, stroller dia nyaman banget buat posisi tiduran sampe duduk tegak. Kalo sampe si stroller kenapa-kenapa, bisa nangis bombay dah! Widiiihh.. saking cintanya dengan si stroller combi granpaseo. Dia tuh ringan, punya fitur komplit banyak banget yang tentunya sangat membantu saya kemana-mana. Akhirnya setelah berbagai pertimbangan plus asas manfaat juga, saya memutuskan untuk mudik nanti bakal bawa buggy stroller. Si buggy ini lebih sederhana daripada stroller, lebih ringan, dan lebih kecil. Kalopun nasipnya harus masuk bagasi pesawat, saya ga terlalu khawatir dengan nasip dia. Mudah-mudah sih dia ga kenapa-kenapa.😀

Kemudian kami (saya dan Eiji) pun mulai jalan-jalan cari si buggy yang cocok untuk kami. Maksudnya, Eiji nyaman dan ibunya senang (ga kerepotan). Dari toko ke toko, Eiji juga nyobain naik karena kan dia yang bakal duduk manis di situ. Dia juga udah bisa pilih mana yang nyaman buat dia. Nah pas dicobain 3 jenis buggy di sebuah toko, ehh ternyata hasilnya Eiji nggak betah lama duduk di situ, dia minta balik lagi duduk di strollernya. Oke, jadi belom jodoh dengan buggy yang ini.

Perburuan buggy stroller dilanjutkan hari berikutnya, kali ini kami ke Daiei Sendai. Di situ ada 2 pilihan yang saya taksir. Eiji pun kembali mencoba. Pas coba yang warna biru, respon dia uhuuk uhuuuk minta gendong  nggak mau lama-lama duduk. Nah pas dicobain yang hitam, ehhh… dia duduk pewe di situ. Enggak mau turun.😀 Padahal si biru dan si hitam itu model dan serinya sama persis, cuma beda warna doang!😀 Oke deh akhirnya kami beli yang hitam sesuai pilihan Eiji. Kebetulan itu tingggal 1 biji doang, waahhh jodoh banget yah!😀

Eiji dengan si buggy.

Eiji dengan si buggy.

Bahkan sampe bayar di kasir pun, Eiji tetep minta duduk di buggy barunya. hahaha… jadi kami bawa pulang si buggy tanpa kardus. Karena langsung dipake dan dinaikin Eiji dari tokonya.😀 Oalaaahh.. ini toh pilihan Eiji! Sipp lah, alhamdulillah urusan buggy stroller udah beres. Mudah-mudahan semua urusan lancar sampe acara mudik tiba. Aamiin.. Siiiiyuuuu babaiii…😀

Eiji dengan stroller-nya.

Eiji dengan stroller-nya.

-RN-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s