Pemeriksaan Bayi Usia 3-4 bulan dan Penyuluhan Diet di Jepang

Sebelum lupa dan kelewat, tengah malam gini harus segera menuangkannya dalam blog. Mudah-mudahan ada manfaatnya suatu saat nanti. Jadi, pagi tadi saya dan Eiji memenuhi jadwal untuk pemeriksaan bayi usia 3-4 bulan di kuyakusho (kantor kecamatan). Undangannya datang sekitar 1.5 bulan yang lalu. Sistemnya begini, di Jepang semua bayi yang lahir wajib dilaporkan segera setelah kelahirannya ke kantor kuyakusho. Semua data terintegrasi (yang nantinya digunakan sampai si anak masuk sekolah dan seterusnya), ketika bayi berusia sebaya (usia 3-4 bulan) akan mendapat undangan untuk melakukan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan di kuyakusho. Pemeriksaan tersebut meliputi cek berat badan, kemampuan fisik, motorik, dan tumbuh kembang anak pada usia ini.

Motorik halus Eiji terasah dengan buku bantal.

Motorik halus Eiji terasah dengan buku bantal.

Sesi yang menarik adalah sesi penyuluhan tentang diet pada bayi. Dimulai dari persiapan pemberian makan saat MP-ASI nanti, sampai dengan tahapan dan perawatan gigi pada anak. Dijelaskan secara mendetail tentang apa saja yang harus diberikan, frekuensi, beserta menunya. Demikian juga tentang perawatan gigi susu jika mulai tumbuh. 

Layanan konsultasi

Kuyakusho juga memberikan beberapa nomor yang bisa dihubungi jika kita membutuhkan konsultasi dengan ahli gizi. Caranya tinggal membuat janji dan nanti ahli gizi tersebut akan datang ke rumah kita. Konsultasi tidak hanya untuk masalah anak yang susah makan, namun bisa untuk orang dewasa (anggota keluarga lainnya) yang bermasalah dengan dietary. Selain itu juga disediakan layanan konsultasi tumbuh kembang anak, lagi-lagi dengan cara yang sama seperti tadi, jika kita tidak bisa datang maka konselornya yang akan mengunjungi rumah kita.😀

Sharing

Sesi yang menarik lainnya adalah termin curhat-curhatan. Jadi tuh dibikin kelompok/grup ibu-ibu, kami duduk melingkar bersama bayi masing-masing, dipandu oleh seorang fasilitator. Pada sesi ini setiap ibu memperkenalkan anak masing-masing, kemudian diminta menceritakan kondisi masing-masing, masalah yang dihadapi, khususnya dalam pengasuhan anak, dll. Di sanalah setiap ibu bisa berbagi dengan ibu yang lain, pada kondisi yang berbeda pula. Ada yang anaknya baru satu, ada yang anak ketiga, ada yang jarak si bayi dengan anak sulungnya 11 tahun, bahkan ada yang anjingnya jealous jika si ibu ngurus si bayi.😀 Karena di sini seluruh pekerjaan diurus sendiri, maka sesi ini diharapkan mampu memberikan beberapa alternatif solusi untuk para ibu agar mengurangi stres akibat beban kerjanya sehari-hari. Seperti yang pernah saya ceritakan di sini.

Selain di termin sharing, saat pemeriksaan bayi pun petugas juga memberikan wawancara singkat terkait kesejahteraan psikologis si ibu. Apakah merasa kelelahan, kerepotan, adakah yang membantu, ada teman ngobrol untuk berbagi cerita, dll. Mengingat angka stres IRT di sini lumayan tinggi, dikarenakan beban kerja yang sangat tinggi sebagai IRT. Waktuya padat merayap sekali.🙂

Yap, pada intinya acara ini sangat bermanfaat menambah berbagai informasi baru untuk orangtua baru.😉

-RN-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s