Mommy wanna be: Fitrah Janin terhadap Al Qur’an

Sejak masuk trimester 2, gerakannya sudah dapat dirasakan dan makin kuat saat trimester 3. Si akachan makin paham kondisi ibunya dan gerakannya pun bisa kita maknai artinya. Saat ngerasa ga nyaman, dia pasti memberi sinyal kuat dengan bentuk tendangan yang berbeda intensitas dan jenisnya pada saat ia merasa nyaman. Beberapa kali saya coba melakukan eksperimen kecil-kecilan untuk memahami makna setiap gerakan/tendangan si akachan. Eksperimennya begini:

Ketika diperdengarkan ayat-ayat Al Qur’an maupun bacaan tilawah dan mengajaknya agar ikut menyimak maka dia akan memberi respon berupa gerakan lembut dan tenang, rasanya seperti respon saat diajak ngobrol dalam kondisi nyaman. Setelah selesai diperdengarkan ayat-ayat Al Qur’an tersebut, kemudian kita jelaskan bahwa sudah selesai maka dia pun kembali merespon dengan memberi tendangan lembut yang tidak menyakitkan. Hal ini juga terjadi saat mendengar adzan dari laptop/hp, dia akan memberi respon yang sama, seperti mengingatkan kita agar segera shalat.

Suatu ketika saya coba memperdengarkan musik/lagu, musik biasa (bukan musik rock) dan frekuensi suaranya dibuat sama seperti saat memperdengarkan Al Qur’an, respon yang didapat: akachan memberi tendangan kuat, tidak beraturan, dan menimbulkan kesakitan secara berulang. Saat musik tersebut dihentikan dan ia diajak ngobrol, barulah intensitas tendangan tersebut berkurang dan kembali tenang. Hal ini saya coba berulang-ulang, ternyata hasilnya sama, tendangan ke ulu hati yang sangat kuat sehingga menimbulkan kesakitan, seperti halnya saat kita merasa gelisah.

Dari kejadian berulang tersebut muncul kesimpulan sederhana bahwa sejak dalam kandungan, janin memahami stimulus yang diberikan kepadanya dan akan memberi respon dengan cepat. Pada dasarnya semua janin memiliki fitrah yang suci, mengenal Rabb-nya, dan sangat dekat dengan kebaikan. Setelah lahir, orangtua dan lingkungan-lah yang memberi berbagai pengaruh selama ia tumbuh. Kalamullah (Al Qur’an) merupakan ayat suci dan di dalamnya terdapat obat dari segala macam penyakit.

… Katakanlah: ‘Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur’ an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh’.” (Terjemah QS. Fushshilat 41: 44)

Janin yang masih suci akan bener-benar memahami bahwa Al Qur’an memberikan ketenangan kepadanya, sedangkan bagi kita (orang dewasa) yang sudah banyak dosa terkadang sulit untuk mengambil Al Qur’an sebagai penenang dan penyejuk hati di saat stres, galau, maupun gelisah. Kita cenderung memilih “obat” yang lain di saat stres, padahal Allah memberi petunjuk bahwa satu-satunya obat yang mujarab untuk penyakit hati adalah kembali kepada Al Qur’an. Mendengarkan/membaca Al Qur’an tidak akan menimbulkan kebosanan kepada pendengar/pembacanya, sedangkan “obat” yang lain hanya mampu memberi pelarian kebahagian sejenak namun setelahnya kegundahan dalam hati akan tetap ada.

Hasil USG respon janin saat mendengar bacaan Al Qur’an silakan dilihat di sini. Terlepas ada yang mengatakan bahwa musik klasik dapat mencerdaskan janin di dalam kandungan, belum ada bukti penelitian tentang hal ini. Namun Al Qur’an sudah dijamin bahwa sesuai dengan fitrah manusia, memberi ketenangan, sebagai obat, dan mencerdaskan hati janin sejak dalam kandungan.

Orangtua berkewajiban mendidik, berdoa, dan mengenalkan janin/anak pada hal-hal yang sesuai fitrah manusia sebagai hamba Allah, mudah-mudahan Allah memudahkan semuanya. Aamiin…

Semoga Allah menjaga fitrah akachan agar selalu mencintai Allah, Rasul, dan Al Qur’an melebihi apapun, sejak ia dalam kandungan dan dibawa sepanjang hidupnya. Aamiin…🙂

-RN-

Sekilas ngintip akachan: Kelanjutan cerita cek ke dokter rutin tiap 2 pekan (karena sudah trimester ketiga). Hasilnya, posisi akachan kepala udah di bawah, berat badan mencapai 1000gr lebih dikit (uk 27 pekan), suplai darah ke otak optimal, detak jantung sehat, alhamdulillah semua normal.🙂 Yang menarik, uniknya berat badan ibu mengalami penurunan 0.05kg dibandingkan 2 pekan lalu *yang juga tidak naik sejak sebulan*. Jadi total 1.5 bulan berat badan tidak mengalami kenaikan.😀 Awalnya sempat khawatir, saat sesi interviu dengan perawat kesempatan buat nanyain hal ini. Kata perawatnya “daijoubu, ii desu..” sampe diulang-ulang bilangnya, sambil memberi isyarat OK dengan jarinya.😀 Katanya, berarti nutrisi terserap optimal oleh si akachan, jadi ga perlu khawatir, malah baik kalau kenaikan BB ibu tidak terlalu banyak. Alhamdulillah lega!😀 Hasil cek yang lain, tensi 108/60, edema-protein dalam urin-gula dalam urin semua negatif. Mudah-mudahan seterusnya tetap demikian semua normal, aamiiin…🙂

One thought on “Mommy wanna be: Fitrah Janin terhadap Al Qur’an

  1. Pingback: Bayi Menyimak Bacaan Qur’an « Pojok Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s