Kesiapan Menjalani Kehamilan

Allah memberi segalanya di waktu yang terbaik, di saat yang paling tepat. Alhamdulillah, kami merasakan hal itu. Kami, di usia 25 tahun, usia pernikahan menuju angka 3 tahun, insyaAllah akan memikul amanah baru. Menikah bukan hal yang sederhana, apalagi memiliki anak. Allah yang Paling Tahu keadaan terbaik para hamba-Nya. Siap atau tidak siap sangat berkaitan erat dalam beberapa kondisi. Jika direnungi dan diingat kembali beberapa tahun yang lalu selama kami menunggu amanah ini, memang saat inilah saat terbaik kehadirannya.

Saya merasakan sebuah kondisi psikologis yang InsyaAllah sangat siap dalam menjalani kehamilan. Alhamdulillah Allah memberikan banyak kemudahan dan kekuatan untuk pantang mengeluh, tidak stres, dan sangat menikmati masa-masa sejak awal kehamilan hingga saat ini. Alhamdulillah tidak ada rasa khawatir, ketakutan, keluhan, dan kepanikan dalam menjalaninya. InsyaAllah saya siap menjadi ibu. Saya merasakan lebih matang dan lebih berenergi selama hamil ini. Allah-lah yang memberi kesiapan dan kemudahan atas semua ini.

Ketika kita diberikan kehamilan atau amanah baru *apapun itu* kemudian kita merasa berat menjalaninya, semestinya kita bertanya kepada diri sendiri apakah kita siap menerimanya? Sedih sekali jika kita banyak mengeluh, stres, dan merasa tidak mampu mana kala Allah sudah mempercayakan amanah ini kepada kita. Tugas kita adalah banyak bersyukur dengan menjaganya sebaik-baiknya, tanpa mengeluh tanpa merasa berat. Ada makhluk hidup mungil yang harus kita didik sejak dalam kandungan. Jadi, menjadi ibu haruslah kuat!🙂

Saya pun melihat keadaan suami saat ini, amanah sebagai ketua PPI Sendai alhamdulillah sudah purna tugas, berganti amanah baru yakni kesibukan di lab yang semakin padat. Tak mengapa waktunya banyak dihabiskan di luar rumah, kami tahu bahwa hal tersebut harus ia tunaikan sebaik-baiknya. Saya ridho dengan hal tersebut.🙂 Bagi saya itu lebih baik daripada memiliki suami yang banyak santai dan berpangku tangan. Meski kurang waktu, nampak kurang memberi perhatian, namun saya yakin pasti ada perhatian besarnya untuk keluarga di dalam sisa waktu yang ia miliki.😉 Usia 25 tahun saat ini, insyaAllah usia yang paling pas menurut Allah sehingga kami diberi banyak kesiapan dan kemudahan.

Persiapan ilmu, finansial, mental merupakan satu kesatuan dalam menjalani kehamilan dan memiliki anak. Alhamdulillah rizki yang Allah berikan semakin melimpah, berupa banyak kelapangan dan kemudahan. InsyaAllah semua kebutuhan, Allah-lah yang memenuhi; kita wajib berusaha sebaik-baiknya.🙂

Di sela siang akhir musim semi, dengan kehamilan yang membahagiakan menuju 7 bulan.😉

-RN-

2 thoughts on “Kesiapan Menjalani Kehamilan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s