Kasih Sayang Keluarga

Baru saja jalan-jalan dan berhenti pada blog seseorang, kemudian membacanya. Cerita itu benar-benar masuk ke dalam hati. Hampir tidak sadar air mata menetes selama membacanya. Ya, topik tentang keluarga selalu saja membuat hati mudah tersentuh dibuatnya. Cerita yang mengalir sederhana namun sangat mendalami perasaan penulisnya, saya bisa merasakan itu.

Setiap anak pasti menginginkan memiliki keluarga utuh dan harmonis. Dia tidak bisa memilih keluarga di mana dia akan dilahirkan. Yang ada adalah takdir menentukan bahwa dia menjadi anak pasangan si ini ataupun si itu. Keluarga, sesuatu yang sangat berharga dalam hidup. Orang tua dan anak-anak ada di dalamnya. Anak-anak, siapapun dia pasti mendambakan kasih sayang utuh dari kedua orangtuanya. Orangtua memiliki sederet kewajiban dan nantinya akan menuai hasil kerja kerasnya selama ini. Ya, anak adalah hasil usaha orangtua (di dunia maupun di akherat). 

Kalimat-kalimat di tulisan itu mengisyaratkan bahwa sikap dan perilaku orangtua kepada anak bisa membekas sepanjang masa. Bagaimana bisa seorang anak membenci salah satu orangtuanya, kalau itu bukan “hasil karya” orangtuanya sendiri? Kalau kita dengar sepintas saja, pasti dengan mudah mengatakan dia adalah anak durhaka namun jika kita mau tahu lebih maka kita akan bisa memahami mengapa hal itu terjadi.

Seorang ayah tega menginjak kepala anaknya sendiri? Dan berbagai kejadian lainnya yang membuat saya membelalakkan mata saat membacanya.

Segala bentuk kekecewaan dan kesedihan sepertinya lebih mendalam dari isi tulisan di sana. Entahlah… Namun saya bisa  merasakan bagaimana kata-kata itu mengalir sangat mendalam.

Setelah membaca tulisan itu saya belajar beberapa hal:

  1. Anak adalah hasil usaha orangtua. Bagaimana dia bersikap dan berperilaku nantinya, orangtua yang akan menuai hasil usahanya.
  2. Jangan pernah menyakiti ataupun mengkhianati perasaan anak (semenjak dia kecil) dalam bentuk apapun, karena itulah yang akan ia ingat sepanjang hidup.
  3. Satu hal yang penting, bahasa kasih sayang bisa dipahami oleh anak kecil tanpa harus dijelaskan dengan kata-kata.
  4. Kita pernah menjadi anak-anak, semoga lebih paham bagaimana anak-anak ingin diperlakukan oleh orangtuanya.

Mengajarkan kasih sayang kepada anak tidak membutuhkan biaya, tidak perlu memiliki harta melimpah ruah terlebih dahulu barulah bisa memberi kasih sayang. Banyak orangtua yang memenuhi kebutuhan fisik anak, diberi uang banyak misalnya. Namun lupa untuk memenuhi kebutuhan sederhana yang sangat berarti, yaitu kasih sayang. Apapun alasannya, bagaimanapun keadaan keluarga tersebut, mengajarkan kasih sayang kepada anak adalah hal yang tidak boleh dilupakan. Anak-anak akan merasakan dan mengingatnya sepanjang masa.

-RN-

One thought on “Kasih Sayang Keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s