Suka Salju Tidak Suka Musim Dingin

Lebih tepatnya "winter"!!

Tiga tahun melewati musim dingin, masing-masing memiliki cerita tersendiri. Saya suka salju, tapi tidak menikmati musim dingin! Jika bisa dan boleh memilih, lebih menikmati musim panas daripada musim dingin. Bagi yang belom pernah merasakan salju pasti membayangkan kehadiran salju adalah sesuatu yang istimewa. Jangan berlebihan membayangkan romantisnya berjalan di bawah salju, maen prosotan, dan kenikmatan musim dingin lainnya!!😀 Bagi yang mendambakan salju, agar lebih seimbang maka harus mengetahui pula “kejahatan musim dingin” termasuk kejahatan si salju!!😀

Riwayat sinusitis kali pertama pada musim dingin dua tahun lalu. Itulah awal mula saya mendapati bahwa saya terkena sinusitis. Saat itu saya belum terkena alergi dingin. Musim dingin tahun lalu, alhamdulillah tidak ada masalah dengan sinus. Ini adalah musim dingin tahun ketiga. Kunjungan ke dokter THT seolah menjadi prestasi tersendiri. Ya! prestasi menghadapi musim dingin. Tahun ini saya didiognosis terkena alergi dingin. Sangat menyiksa namun harus dinikmati!

Namanya alergi, datang dan pergi sesuka hati. Jika tidak tahan maka ke dokter dan diberi anti alergi. Agar tidak terjadi ketergantungan, sesekali bertahan. Oke! Tidak sampai di situ, terhitung sejak empat hari lalu sampai hari ini saya tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan mendesak. Di luar salju sedang turun, beberapa hari ini dia kerap turun dan saya tidak tahan dingin! Dua malam lalu, badan saya demam, pusing, dan tidak bisa tidur. Nyaris pingsan, jatuh saat berdiri. Mimisan juga sudah ada, darah di hidung yang keluar saat tidur. Berhari-hari tidak keluar rumah dan tidak tau kabar dunia.

Sudah kepikiran bagaimana kalo harus ke rumah sakit tengah malam, padahal salju sedang turun di luar. Meski naik taksi, rasanya saya tak sanggup. Alhamdulillah ada persediaan paracetamol, setidaknya sebagai obat awal sebelum demam semakin tinggi. Lagi pula malam itu adalah malam ahad dan besok pagi tidak ada dokter yang buka. Satu-satunya UGD, saya tidak mau masuk UGD!! Paracetamol bekerja dengan baik, saya bisa tidur.

Di Miyagi, kasus influenza sedang banyak ditemukan. Jangan dibayangkan influenza-nya kayak di Indonesia, di negara empat musim influenza merupakan salah satu kasus serius. Senin, hari ini saya meniatkan ke dokter THT untuk memastikan agar tidak was-was dengan influenza. Sesuai dugaan, dokter THT seolah menjadi tempat “favorit” di musim dingin, sangat banyak orang yang ngantri. Padahal saya mengambil jam yang biasanya sepi. Sekitar 1.5 jam barulah diperiksa saking banyaknya pasien yang datang. Rekap medik saya tersusun lengkap di komputer dokter THT. Dokter membuka file-nya dan memeriksa apa yang terjadi saat ini. Cek lendir pun dilakukan, hasilnya negatif influenza. Dokter meminta saya untuk rontgen kepala. Saya cukup kaget, namun saat itu juga rontgen dilakukan. Setelah itu saya diminta keluar, menunggu hasilnya sebentar lagi.

Selanjutnya perawat kembali memanggil saya untuk masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Dokter menjelaskan hasilnya bahwa saya terkena sinusitis. Pembengkakan sinus di bawah kelopak mata dan sudah naik sampai atas hidung di antara dua mata. Saya melihat detail hasil rontgen tengkorak saya. Di sana terlihat jelas di mana lokasi sinus dan cairan yang naik! Penyebab sinusitis saya adalah alergi dingin. Itulah yang menyebabkan demam, mimisan, dan pusing.

The sinuses are a connected system of hollow cavities in the skull. The largest sinus cavities are around an inch across; others are much smaller. The sinus cavities include:

• The maxillary sinuses (the largest), in the cheekbones.
• The frontal sinuses, in the low-center of the forehead.
• The ethmoid sinuses, between the eyes, at the nasal bridge.
• The sphenoid sinuses, in bones behind the nasal cavity.

The sinuses are lined with soft, pink tissue called mucosa. Normally, the sinuses are empty except for a thin layer of mucus.

The inside of the nose has ridges called turbinates. Normally these structures help humidify and filter air. The nose is divided in the center by a thin wall, called the septum. Most of the sinuses drain into the nose through a small channel or drainage pathway called the middle meatus.

The purpose of the sinuses is unclear. One theory is that sinuses help humidify the air we breathe in; another is that they enhance our voices. webmd.com

Dokter pun memberi resep obat untuk dua pekan. Saya bergegas ke apotek yang ditunjuk untuk membeli obatnya. Saat melihat apoteker membawa obat saya dan menjelaskan masing-masing fungsi maupun waktu kapan diminum, saya berpikir ini adalah obat terbanyak selama hidup saya. Segepok 5 jenis obat untuk 14 hari!! Syukurlah saya tidak telat datang ke dokter, sebelum klinik libur dan sebelum sinusitis semakin parah. Harga obatnya lumayan mahal, mendekati 10.000 yen (sekitar 1 juta rupiah), untung dicover asuransi jadi saya cukup membayar 30%. Alhamdulillah!😀 Total dengan biaya dokter, bisa beli 18 kippu, kembalian pula!!😀

Perjalanan ke rumah penuh perjuangan, salju turun lebat!😦 Dingin dan berat! Meski sudah pakai masker dan jaket tebal, melawan salju dan menahan dinginnya badan rasanya seperti perjuangan.

Sangat hebat buat orang-orang penggemar musim dingin. Saya suka salju tapi tidak suka musim dingin!!

Yuk jaga kesehatan, biaya klinik dan obat mending dipake buat jalan-jalan!! Makan banyak, tidur banyak, hibernasi kayak beruang kutub!! Jangan tergoda dengan keindahan salju, kalo ada riwayat alergi dingin, mimisan, dan masalah THT!😀 Kalo ada keluhan, badan ga beres segera ke dokter sebelum semakin parah ya… Jangan sepelekan pilek!!

Membayangkan kabur ke Semarang (asal di sana ga hujan) atau sekalian ke Arab ga ketemu winter!! haha.. khayalan musim dingin.😀 Salam Sehat!😉

Semoga sakit ini menjadi pengangkat dosa-dosa dan Allah mengampuni saya.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Sungguh menakjubkan kondisi seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Jika memperoleh kelapangan lalu ia bersyukur maka itu adalah baik baginya. Dan jika ditimpa kesempitan lalu ia bersabar maka itupun baik baginya (juga). HR. Muslim

-RN-

2 thoughts on “Suka Salju Tidak Suka Musim Dingin

  1. Pingback: Kejutan Desember « Pojok Cerita

  2. Pingback: Alergi Dingin (lagi) | Pojok Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s