Masak Memasak: Mengolah カボチャ Kabocha dan Menambah Teman

Acara ini diselenggarakan untuk mengenalkan budaya Jepang dan saling bertukar budaya antar masyarakat internasional. Selain itu juga diharapkan agar orang asing dapat menjalin pertemanan dengan orang Jepang. Diselenggarakan atas kerja sama Kashiwagi Shimin Center, Kitayama Shimin Center, dan SIRA.

Sebelumnya harus mendaftar terlebih dahulu dan acara ini ditujukan untuk para ibu dan anak. Nah karena belum ada anak, maka saya belum mendaftar dan mencoba datang *kali aja* masih ada kuota.😀

Sesampainya di sana langsung menuju tempat presensi dan saya bertanya apakah masih bisa mendaftar/ada kuota?

Oohh, silakan! Silakan…

Saya pun menuliskan nama dan langsung mendapat co-card nama peserta. Alhamdulillah! Kemudian langsung duduk bersama peserta lainnya. Tiba-tiba ada seorang bapak tengah baya (kakek) *mungkin beliau salah satu penyelenggara* datang menghampiri saya dan mengatakan:

Kita pernah bertemu. Masih ingat dengan saya?

Wah, gawat! Gomen nasai… Saya benar-benar lupa! Entah ketemu di mana dan kapan, benar-benar tidak ingat. Bagi kakek, bisa dengan mudah mengingat orang asing *karena wajahnya asing dan mudah dikenali* tapi saya sangat sulit mengingat orang Jepang karena begitu banyak orang Jepang di sini. Ya iya! namanya juga di negara mereka. 😀

Nah terus, kebanyakan yang datang adalah ibu-ibu Jepang. Acara semacam ini sangat menarik bagi saya, sekaligus digunakan untuk mempraktekkan bahasa Jepang secara langsung. Karena kunci belajar bahasa adalah praktek menggunakannya *tidak peduli tepat ato tidak tepat susunannya*.😉 Selanjutnya semua peserta diberi pengarahan dan langsung ke dapur untuk melihat proses pengolahan kabocha/pumpkin dengan angko’ (kacang merah). Dari penjelasan sebelumnya disebutkan bahwa kabocha di Jepang identik dengan ibu, nenek, dan musim dingin. Kabocha memiliki banyak nutrisi dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Makan sebanyak apapun tidak akan membuat gemuk, malah membuat pencernaan menjadi sehat. Bagus untuk menu diet! Olahan ini dapat mencegah rasa dingin, maka sering disajikan *identik* di musim dingin.😀

Bahan:

  1. Kabocha
  2. Angko’ (kacang merah)
  3. Gula
  4. Garam
  5. Air

Langkah:

  1. Bersihkan kabocha, biarkan kulitnya
  2. Potong menjadi empat bagian, kerok/buang isinya
  3. Potong kotak/sesuai selera
  4. Rebus sampai empuk (jumlah air disesuaikan agar semua kabocha terendam)
  5. Kalo ingin cepat empuk, maka kabocha bisa dipotong-potong dengan ukuran kecil
  6. Masukkan garam dan gula secukupnya (biasanya  ditambah shouyu, tapi kali ini tidak menggunakannya)
  7. Setelah empuk dan air berkurang, masukkan angko’
  8. Aduk hingga rata
  9. Sajikan.

Menu sehat di musim dingin: kabocha dan angko.

Kami pun makan bersama sembari ngobrol tentang budaya masing-masing negara. Juga disuguhi pertunjukkan taisho oleh seorang nenek yang sangat mahir memainkannya.😀

Selama ngobrol, saya mendapat beberapa teman baru orang Jepang. Saking panjangnya ngobrol ngalor-ngidul sampai kami bertukar nomor telepon dan email. Dia ingin ngobrol dengan bahasa Inggris dan saya dengan bahasa Jepang. Jadi ingin saling mendukung untuk perkembangan bahasa. Begitu…😀 InsyaAllah pekan depan rencananya mao ketemuan lagi buat ngobrol bareng, untuk melanjutkan obrolan bertukar budaya dan bahasa.😉

Alhamdulillah! Tujuan penyelenggara tercapai. Kami mendapat teman-teman baru dan saling bertukar budaya masing-masing.😀

-RN-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s