Daftar Bahan Haram di Jepang: Belajar dari Kecerobohan

Hidup di Jepang ga ada penjamin sertifikasi halal (pada makanan/minuman) seperti halnya MUI, jadi harus benar-benar berhati-hati. Sebelum belanja, kami harus nge-cek komposisi-nya terlebih dahulu. Awal datang ke sini langsung di training menghapal daftar bahan-bahan yang haram bagi muslim. Seminimalnya ga bisa baca huruf kanji, saya pun diharuskan menghapal huruf kanji bahan-bahan haram. Misalnya daging, semua daging di sini haram (kecuali halal meat dari toko halal), dll.

Awalnya memang kemana-mana buka catatan dan berat rasanya, tapi lama-kelamaan menjadi terbiasa dan tidak berat menjalaninya.

Daftar bahan.

Jika masih ragu, maka bisa menelepon ke costumer service produsennya untuk menanyakan bahan tersebut. Informasi pun harus diperbarui setiap waktu karena sering terjadi perubahan komposisi. Awalnya boleh (halal) menjadi tidak boleh (haram), demikian sebaliknya. Misalnya: produk onigiri yang sepekan lalu bisa dimakan, saat ini menjadi tidak bisa karena ada nyukazai hewan di dalamnya. Biasanya yang duluan mendapatkan informasi terbaru, menginfokan kepada yang lain.

Saya akan cerita, mudah-mudahan bisa diambil hikmahnya.

Baru-baru ini saya dan beberapa teman membeli produk roti. Sepengetahuan saya, yang kami beli bebas dari bahan-bahan haram. Saya juga mendapat informasi paling baru bahwa salah satu produk tersebut sudah ditanyakan dan aman (halal) dikonsumsi. Ok, karena sudah yakin dan kebetulan antrinya sangat panjang, saya tidak menanyakan daftar alergen kepada penjualnya. Biasanya di daftar alergen dituliskan detail semua bahan yang dipakai, karena orang Jepang sangat konsen kepada alergi.

Jangan sampai ada pelanggan yang komplain karena kambuh alerginya setelah memakan produk mereka. Begitulah kira-kira.

Contoh daftar alergen ada di sini.

Lanjut cerita. Karena antrian panjang, kami pun tidak sempat lagi bertanya ke penjualnya. Kami membeli produk tersebut. Beberapa hari kemudian, seorang dari kami nge-cek lagi daftar alergen tersebut. Dan ternyata, produk yang kami beli adalah haram. Ini murni kecerobohan saya! :( Dari daftar alergen juga ketahuan bahwa produk yang baru-baru saja (dalam jangka waktu yang tidak jauh dari saat membeli kemarin) sudah dikonfirmasi pun, sekarang menjadi haram karena ada gelatin dan bahan dari babi-nya. Astaghfirullah…

Mudah-mudahan kejadian semacam ini tidak terjadi pada teman-teman yang lain. Sekali lagi, kita perlu nge-cek tiap kali akan membeli karena bisa jadi mendadak ada perubahan komposisi.

Sesudah itu, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan keadaan seseorang yang sedang dalam perjalanan jauh. Orang tersebut rambutnya kusut, tubuhnya penuh debu, menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya memanjatkan (permohonan doa): “Wahai, Rabb-ku, wahai Rabb-ku”, namun makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram. Dia tumbuh dengan makanan yang haram, bagaimana mungkin dikabulkan? Hadits Riwayat Ahmad, Muslim dan At-Tirmidzi

Begitu besar pengaruh bahan/barang haram bagi kita, bahkan bisa sampai mengakibatkan tidak terkabulnya doa.😦 Kita harus berusaha menghindarinya semampu kita. Mudah-mudahan Allah mengampuni dan memudahkan kita menjaga segala hal yang masuk ke dalam perut. Pun di Indonesia, meski mayoritas muslim, belum tentu semua produk yang beredar di masyarakat adalah halal. Kita yang harus jeli dan berhati-hati.

-RN-

2 thoughts on “Daftar Bahan Haram di Jepang: Belajar dari Kecerobohan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s