Ketika Anak Menyadari Kesalahannya

Kejadian bersama anak-anak yang membuat kepala sedikit “bertanduk”, memberi pelajaran bagi saya. Cerita lengkapnya ada di sini. Sepanjang hari, sejak tadi malam saya merenungi bagaimana menjadi pendidik yang baik, tentunya saya harus lebih giat dan bersungguh-sungguh dalam mempelajari ilmunya. Tadi malam, segera saya memesan dua buku tentang parenting dan memilih pilihan diantar kilat ekspress. Alhamdulillah sore tadi kedua buku itu sudah ada di tangan saya. Ini dia salah satunya:

Buku 1

Sudah tak sabar untuk melahap keduanya! Jika memungkinkan, saya akan membuat beberapa ringkasan kecil dari buku tersebut dalam blog ini.

Oke! Melanjutkan cerita “bertanduk” kemarin, keesokan harinya saya berbicara dengan beberapa orangtua mereka. Alhamdulillah para orangtua tidak keberatan dan menyerahkan pola ajar anak-anak kepada saya saat mereka belajar.🙂 Yap! jadi tidak perlu sungkan lagi untuk mendidik mereka *karena sudah mendapat izin dari orangtuanya*.😉

Malam ini saya mendapat telepon dari seorang anak yang terlibat “kehebohan” kemarin, awalnya sang ibu yang menyambungkan telepon, kemudian si anak berbicara langung kepada saya. Dia mengatakan meminta maaf atas kejadian kemarin. Kemudian telepon disambungkan lagi kepada sang ibu. Ibu menjelaskan bahwa si anak sudah diajak berbicara dengan kedua orangtuanya dan ditanyai ayahnya apa yang terjadi kemarin. Si anak pun menceritakan sendiri bahwa dia berbuat begini begini dan begini. Jadi bukan karena disuruh untuk meminta maaf, tetapi dia berinisiatif untuk meminta maaf kepada saya. Saya sangat bahagia mendengarnya! Berarti si anak sudah memahami kesalahannya. Saat berbicara dengan kedua orangtuanya, saat itulah ia gunakan untuk merefleksikan apa yang terjadi dan mengerti bahwa itu adalah perbuatan tidak baik. Saya sepakat dengan metode ini!🙂

Anak diberi kesempatan menceritakan apa yang terjadi dan memahami keadaan, kemudian menjadi tahu apa kesalahannya tanpa harus merasa tertekan oleh orang dewasa di sekitarnya.

Barulah setelahnya, orangtua bisa memberi nasehat kepada si anak, bagaimana harus berperilaku, memberi nilai-nilai baru, dan pemahaman baru kepadanya.

Saya sangat meng-apresiasi kejadian ini, mudah-mudahan pertemuan selanjutnya ada perubahan perilaku.😉

-RN-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s