Mendidik itu Tidak Mudah!

Ngajar hari ini melelahkan tidak seperti biasanya!😦 Anak-anak yang gedhe ga tau kenapa mendadak semuanya bersikap “warui” ga kayak biasanya. Kalo biasanya paling dua ato tiga anak yang ribut heboh, kali ini beneran kenceng-kencengan ngomong sampe ada yang nangis. Duh duh… Suami menasehati jangan ngeluh biar dapat pahala. Yang sabar yang ikhlas!

Jadi tuh tadi komplit semua datang ber-10, sejak awal pas pelajaran mao dimulai udah ada yang keluar lagi minta main. Seorang keluar, dua anak lainnya ikutan keluar juga. Akhirnya molor-lah dimulainya. Pluss maghrib hari ini udah makin cepet. Pembukaan, dipotong shalat, barulah acara dimulai. Saya bilang boleh cerita, maen, nge-gambar, apapun asalkan ga berisik agar ga mengganggu yang lainnya. Lantas kemudian, diawali yang besar-besar makin heboh suaranya, yang kecil pun ga mau ketinggalan. Beberapa kali saya ingatkan agar tidak berisik, baru selang 3 menit udah ribut lagi. Sampeeee… mulut saya cape’ ngebilanginnya karena suara yang ngaji kalah jauh dari yang ribut. Sudah pasti sangat-sangat mengganggu dan merusak konsentrasi yang lain.

Sampe akhirnya saya tegur semuanya dengan muka serius, yang kecil memperhatikan dan duduk manis tanpa ribut, tapi yang besar masih aja ga pada ngecilin volume suaranya.😦 Hush hush tariiiikkk nafaaassss…. Saya katakan kesempatan maen bisa kapan aja di luar rumah, tapi kesempatan belajar ga bisa diulang lagi. Bagaimana memahamkan mereka bahwa ilmu adalah sesuatu yang berharga dan tidak boleh disia-siakan.

Iya memang bener kata suami *latian sabar*! Dengan kejadian hari ini saya mendapat ilmu baru bahwa mendidik tidak sama dengan mengajar. Semua orang bisa ngajar tapi tidak banyak yang bisa mendidik. Saya ingin belajar untuk bisa menjadi pendidik. Tetep semangat dan jadikan sebagai ujian untuk menjadi pendidik! *self motivation*

Mudah-mudahan pertemuan selanjutnya semua bisa bersikap manis, minimalnya tidak bikin keributan dan ga ada yang nangis lagi.😀

-RN-

2 thoughts on “Mendidik itu Tidak Mudah!

  1. Pingback: Ketika Anak Menyadari Kesalahannya « Pojok Cerita

  2. Pingback: Mengajar itu Menyenangkan! « Pojok Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s