Autumn 2011: Matsushima Bay

Matsushima.

Papan peringatan tsunami.

Akhir pekan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk jalan bareng rame-rame. Pilihan kami ke Matsushima. Tempat ini merupakan salah satu dari tiga pemandangan utama di Jepang. Letaknya di wilayah Miyagi, jadi kami tidak kesulitan untuk menjangkaunya. Berangkat dari Sendai eki menggunakan kereta JR Senseki line kurang lebih 40 menit dan turun di stasiun Matsushima kaigan. Ini bukan kali pertama saya pergi ke sana, terakhir musim gugur tahun lalu. Setelah ada tsunami, belum pernah ke sana lagi hingga hari ini. Oya, Matsushima merupakan salah satu daerah yang terkena tsunami, berbatasan langsung dengan samudera Pasifik. Ga parah amat sih, tapi tetep aja banyak yang rusak. Karena dia berupa teluk dan terdapat banyak pulau kecil di sekitarnya, jadi ombak tsunami setinggi 10 meter tidak menghabiskan daerah tersebut. Ombaknya sudah pecah bertabrakan dengan pulau-pulau itu. Namun kabarnya, ada satu pulau di Matsushima yang hilang karena tsunami Maret lalu.๐Ÿ˜ฆ

Cuaca hari ini tidak secerah kemarin, lebih tepatnya mendung kemudian hujan. Jadi gambar-gambar yang didapat pun tidak terlalu sesuai harapan.๐Ÿ˜ฆ Coba liat deh…

Burung camarnya ga keliatan jelas.๐Ÿ˜ฆ

Jembatan ke pulau Fukurajima

Burung camar.

Merahnya ga rata!

Musim gugur malamnya datang lebih cepat, jadinya harus buru-buru keluar pulau sebelum gelap.๐Ÿ˜€ Kami pun melanjutkan perjalanan ke “danau cermin”.

Jadi tuh yah, pas malam hari ada kolam/danau buatan yang di atasnya tumbuh banyak pohon momiji. Pas musim gugur gini, si momiji daunnya me-merah. Terus kalo malem kan gelap tuh, diberi penerangan seminimal mungkin sehingga bayangan si momiji bisa memantul *terlihat* di dalam danau. Itulah mengapa di sebut danau cermin.๐Ÿ˜€

Ini merupakan kali kedua saya pergi ke sana (setelah tahun lalu). Dan ternyata… danau cermin tahun ini tak seindah tahun lalu.๐Ÿ˜ฆ Daun momiji dikit banget yang merah, bahkan mayoritas masih ijo! Ijo-nya pun ga seger, sebagian masih kuning tapi udah kering. Nah, gimana tuh? kayaknya ga sempat merah, dia udah rontok. Ini dia gambar-gambar untuk membandingkannya dengan tahun lalu.

Tahun lalu.

Tahun ini ijo royo-royo!

Tahun lalu.

Tahun lalu.

Tahun ini.

Intinya lebih bagus tahun lalu daripada tahun ini. Kami pun mendiskusikannya, kenapa si daun ga pada merah? padahal dulu datengnya malah lebih awal daripada tanggal sekarang. Kalo ada yang merah cuma dikit, mayoritas ijo dan kuning kering yang bentar lagi rontok. Apa efek dari tsunami? yang tanahnya kena air laut akhirnya tanaman ga subur lagi.๐Ÿ˜ฆ

Oya, terus tuh karena buru-buru ga sempat nyetting si kamera buat ambil gambar danau cermin. Antrinya puanjaaangg benerrr!! Udah ga mood pokoknya, jadi ga semangat jepret-jepret lagi gara-gara keburu-buru.๐Ÿ˜ฆ

Menghibur hati, gapapa lumayan juga dapat momiji!๐Ÿ˜€

Momiji di antara yang kering.

Suka dengan lilin ini!๐Ÿ˜€

Oke, sudah dulu ceritanya! besok adalah Idul Adha. Selamat hari raya Idul Adha!! malam ini perbanyak takbir dan tahmid yaaa…๐Ÿ˜‰

-RN-

One thought on “Autumn 2011: Matsushima Bay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s