Kokusai Matsuri 2011

Saman Sendai

Minggu, 30 Oktober 2011 akhirnya datang juga! Hajatan besar Kokusai Matsuri yang pernah saya ceritakan kemarin pada hari ini telah dieksekusi. :D Yuk mari kita bercerita!

Kokusai Matsuri merupakan festival internasional tahunan yang diselenggarakan oleh TUFSA (Tohoku University Foreign Students Association). Di sana setiap mahasiswa asing diberi kesempatan membuka stand, menjual makanan/minuman khas asal negaranya, dan menampilkan kebudayaan masing-masing. Seperti tahun lalu, tahun ini tim Indonesia mengulang kesuksesan si Nasi Goreng Spesial pake Telor. Alhamdulillah!😀 Ok, saya akan menceritakan di balik layar kisah si nasi goreng Indonesia. 

Dalam prosesnya, pembuatan nasi goreng dibagi dalam beberapa tim, antara lain: tim nasi, tim bumbu, tim ayam suwir, tim telor, dan tim sayuran. Tim nasi bertugas menanak nasi putih, tim bumbu tentu saja membuat bumbu nasi goreng Indonesia, tim telor tugasnya nge-dadar telor mirip-mirip tamagoyaki😀, tim ayam tugasnya menyuwir ayam buat tambahan aroma nasi, dan tim sayuran bertugas memotong sayuran timun-tomat untuk garnish si nasi goreng.😉 Semuanya dipimpin oleh koordinator masing-masing tim. Keluarga Ridwan mendapat tugas sebagai koordinator telor dadar. Selanjutnya saya akan bercerita tentang kisah si telor dadar ini.😉 Oya, tahun lalu kebetulan saya juga bertugas di bagian telor ceplok. Nampaknya memang si telor telah berjodoh dengan saya!😀 Lanjuuuttt….

Kami, tim telor dadar pada hari Sabtu (H-1) melakukan gladi bersih membuat standardisasi telor dadar yang akan kami buat hari Minggu. Karena takut si telor ga fresh lagi, ato berubah rasa, maka kami menyepakati akan membuatnya pagi-pagi sebelum acara di mulai. Tim telor dadar pun dibagi menjadi tiga kelompok kecil, agar efektif kerjanya dan optimal hasilnya. OK! Pagi-pagi kami (yang memasak di rumah saya) bersepakat untuk kumpul jam 6.00. Kami mulai bekerja pukul 7.00. Sesuai dengan rencana sebelumnya, bentuk telor dadar diharapkan mirip tamagoyaki. Biar nampak indah, gitu! Kan orang Jepang urusan makanan pun harus indah.😀 Nah nge-dadar telor ala begituan tentu saja belom familiar buat saja.😀 Tapi tetap harus semangat dong yaaaa!!! Saya pun memulai bereksperimen dengan beberapa teknik, akhirnya setelah kotak kedua barulah mendapatkan teknik dan bentuk telor yang sesuai dengan harapan. Bayangkan, setelah habis dua kotak! :D Inilah hasil telor kami:

Udah mirip tamagoyaki?😀

Selanjutnya kami meluncur ke tempat Kokusai Matsuri, di stand Indonesia. Ini dia gambar-gambarnya!😉

Nasi Goreng Indonesia, Halal, dipersembahkan oleh PPIS.

Kami juga menyediakan stand budaya.

Menjelaskan dan mengajarkan cara bermain dakon (congklak) kepada pengunjung dari negara lain.

Memperkenalkan Angklung dan cara memainkannya.

Memperkenalkan dan menjelaskan beberapa budaya dan tempat wisata di Indonesia.

Motif batik Indonesia!

Saya pun sempat berkeliling ke stand negara-negara lain, lantas tergoda dengan kebab Turki! Jadi deh mampir ke sana, beuuhhh antrinya puaaannjaaangggg!! baru sekitar 2 jam mereka sudah kelarisan, laris manis tak bersisa! Syukurlah saya masih kebagian membeli dan mencicipi kebab asli Turki.😀 Setelah puas muter-muter dan puas jajan makanan, saatnya kembali ke stand Indonesia.😉

Nah di sini kami bergotong royong membuat dan menyajikan nasi goreng spesial pake telor. Saya berada di bagian menata nasi, dibentuk cup-cup an agar cantik, terus ditaruh di kotak bento. Sebenernya ga susah, tapiiiii nasinya lengket ke cup pencetaknya! Alhasil, harus mengeluarkan segenap tenaga *mulai lebai* untuk ngeluarin si nasi satu persatu ke dalam kotak bento.😀 Inilah kami rombongan tim cup-cup-an dan garnish-an.

Tim PKK Sendai😀

Yang lain, tentu saja ada yang masak *ngaduk* nasi goreng. Berat loh itu, sekali masak untuk 12 porsi! hebat pokoknya! Ada yang menerima tamu, ada yang promosi di depan stand, ada yang melayani pembeli. Pokoknya semua bagi-bagi tugas.😀

Di panggung, tim Indonesia menampilkan tari saman. Lihat penampilannya di link ini.
.

Saman Sendai

Terus juga ada pertunjukan angklung.

Angklung Sendai

Selain itu juga ada fashion show baju adat Indonesia. Kali ini baju bodo Makassar dan beskap Jawa.

Setelah akhir acara, kami (tim Indonesia) berhasil menjual 362 kotak nasi goreng *melebihi batas atas dari panitia (300)*, kunjungan ke stand budaya lumayan rame, pertunjukan saman dan angklung Sendai mendapat apresiasi dari pengunjung. Selamat kepada semuanya!😀

Dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kekompakan mampu memberi energi kepada kita! Alhamdulillah.. semua terlalui dengan sangat lancar. 😀 Terimakasih kepada semua warga PPIS, ketua Kokusai Matsuri, PJ masak, PJ perlengkapan, PJ peralatan, PJ koryuu corner (budaya), dan semua pengunjung stand Indonesia. Otsukareee minna!  

Kami sangat bahagia dengan capaian hari ini. Mari kita tingkatkan ikatan persaudaraan dan kebersamaan ini menjadi lebih erat dan makin erat. Semua bahagia, semua senang, semua kenyang! ;) Alhamdulillah! お疲れ様でした😀😀😀

-RN-

3 thoughts on “Kokusai Matsuri 2011

  1. Pingback: Autumn 2011: Kawauchi 川内 dan sekitarnya « Pojok Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s