Sekedar Hobi


Menulis menjadi salah satu bagian dari diri saya. Menulis apapun, segala yang dilihat, dirasa, dipikirkan, semua mengalir melalui tulisan. Bagi saya, menulis merupakan sebuah terapi unik untuk menyembuhkan stres dan segala hal yang terpendam dalam hati. Hedeeehhh…😀
Semua ringan, mengalir, menyuarakan segala yang tidak sempat terucap. Saya merasa merdeka dengan menulis. Pengalaman-pengalaman sederhana, konyol, ga penting, plus ga mutu! jika kita baca kembali bisa membuat tertawa, kemudian mengatakan pada diri sendiri “oh ini toh, jaman muda dulu, betapa lucunya jaman bahula, huehehe”. Segala yang didokumentasikan dalam tulisan bisa mewakili tahapan umur saya. *coba tebak sekarang umur berapa*😀  

Saat berada pada periode kanak-kanak, tentunya menggunakan bahasa yang sangat sederhana. Kosa kata yang terbatas tak menghalangi untuk terus menulis ala anak-anak, tidak peduli ada yang membaca maupun tidak, ada yang suka atau tidak, pokoknya nulis! Bahasa ala anak-anak tentunya akan membuat geli ketika kita membacanya saat ini. Saya mulai menulis sejak lancar membaca, itu menjadi dokumentasi di masa kanak-kanak. Menulis apapun lantas menjadi sebuah kecintaan tersendiri. Ketika SD, saya sempat mengikuti lomba sinopsis. Itulah kali pertama merasakan namanya “kompetisi” melalui tulisan. Saat itu saya tidak menjadikannya sebagai sebuah kompetisi, namun sebagai “eksperimen” menyusun kata-kata.😀 Dalam lomba tersebut, setiap peserta mendapat tugas membuat sinopsis satu buku fiksi dan satu buku nonfiksi. Saya mendapat tugas membuat sinopsis buku nonfiksi yang berjudul “Cara Modern Membuat Tempe” dan buku fiksi “Intan Rasari”. Saking berkesannya, masih inget aja sampe sekarang!😀

Seluruh peserta harus membaca buku sampe usai, kemudian menceritakan kembali isi buku tersebut dalam tulisan tangan *bayangkan tulisan tangan anak SD* menggunakan bahasa sendiri, dan selanjutnya memceritakannya secara oral di depan juri. Alhamdulillah berkesempatan menjadi juara 1 pada saat itu. Saat itulah saya kecanduan menulis hal-hal penting maupun ga penting.😀

Mencintai tulisan dan terus menulis adalah awal sebuah kecintaan pada hobi.

Eksperimen tulis-menulis kembali diasah pada masa SMA, ketika itu ada lomba menulis cerpen Islami *untungnya ga pake tulisan tangan lagi*. Saat itu saya sempat mengikutinya dan tidak menyangka membawa plakat juara 2 dan juara 1 pada dua tahun berturut-turut. Cerpen Islami, kalo yang itu saya malah udah lupa apa judulnya dan di mana arsipnya!😀 tapi piagam dan plakat penghargaan ada di rumah. Betewe, menulis cerpen ternyata tidak lama bertahan. Terakhir menulisnya ketika semester 1 di perguruan tinggi. Semenjak itu, saya tidak pernah lagi menulis cerpen. Saya lebih menikmati menulis hal-hal sederhana dalam keseharian dan segala hal nonfiksi yang ada di sekitar kita.

Saya tidak berpikir siapa yang membaca tulisan-tulisan itu, namun yang terpenting adalah bisa berbagi kepada siapapun melalui tulisan. Menulis sepertinya tidak bisa dipisahkan dari hidup saya, mengungkapkan hal sederhana kemudian dibaca kembali di waktu yang akan datang. Menulis adalah sebuah kenikmatan dimana kita bebas menikmatinya kapanpun. Menulis tak sekedar “mood” namun sebuah ekspresi yang siapapun bebas mengeluarkannya.😉 Pernah kepikiran:

Kapan ya bikin buku??

Beberapa teman sejak dulu ngompor-ngomporin buat nulis serius dalam sebuah buku. Saya nya aja yang masih males, pemalesan, apalagi kalo nulis harus ditarget! kayaknya belom ada waktunya. Hedeeehh.. 100% alesan!😀

Suami bilang: “coba deh nulis yang bermanfaat dan penting, ga sekedar cerita biasa, biar banyak manfaatnya.”

Jawab saya: “itu sih kamu, blog dan web kamu isinya penting semua, orang yang baca sampe dibikin berkerut-kerut buat mikir.” *termasuk saya* meski ga penting, yang penting orang bisa terhibur/mengambil manfaat dari tulisan saya yang ga penting itu. *PEDE plus Alesan bin Ngeles dotcom*😀

Yap, apapun hobi kita kalo kita mencintainya kemudian menekuninya, mudah-mudahan suatu saat bermanfaat dan memberi inspirasi bagi orang lain. Meski tidak sekarang!😉

-RN-

3 thoughts on “Sekedar Hobi

  1. Pingback: I’m happy to be your wife! « Pojok Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s