Mertua VS Menantu

Bongkar-bongkar arsip lama nemu tulisan ini, sekedar mengingatkan diri sendiri agar senantiasa bersyukur.🙂 Jika di Korea, tinggal di rumah mertua seperti “penjara”, meski tidak semuanya. Kita bisa mencegah dan menghindari terjadinya hal ini. Ada sebuah artikel yang berjudul Meredam “Perang” Mertua VS Menantu. Artikel tersebut membahas tentang konflik antara mertua (*khususnya ibu) dan menantu (perempuan) yang disinyalir menjadi masalah klasik dalam sebuah keluarga. Mungkin ada kisah keluarga serupa dengan artikel tersebut, namun tak sedikit keluarga yang memiliki hubungan harmonis di antara keduanya. Tak selamanya ibu mertua menjadi “momok” bagi menantu perempuan. Salah satu cerita, pengalaman saya memiliki ibu mertua yang sangat asik.😉 Punya bapak mertua yang juga tak kalah asik, saya bisa merasakan kasih sayang keduanya. Alhamdulillah…🙂

Bapak dan ibu mertua saya sangat menyenangkan. Alhamdulillah beliau sangat berbeda dengan kisah-kisah dalam artikel tersebut. Hubungan beliau dengan para menantu semuanya nampak sangat OK. Saya salah satu menantu beliau, merasakan kasih sayang yang tidak dibedakan dengan anak sendiri, dan saya pun sangat mencintai beliau. Saat hari libur atau akhir pekan, kami sering menghabiskan waktu bersama. Memasak, belanja, jalan-jalan, menghadiri undangan, nonton TV, makan di luar, membuat makalah, cerita, ngobrolin taneman, dan juga curhat-curhatan adalah aktivitas-aktivitas kami saat itu. Kami biasa ngobrol dan mendiskusikan banyak hal seperti tentang banjir, pilkada, politik, sekolah, keluarga, dan sebagainya. Hubungan kami sangat dekat. Obrolan kami pun sangat nyambung, alhamdulillah tidak seperti artikel tadi yang bercerita banyak clash antara menantu dan mertua. Kebetulan selama empat bulan saya tinggal bersama mertua sebelum tinggal di Jepang (*tanpa ditemani suami). Alhamdulillah semua berjalan, lancar, tanpa ada tekanan hidup. I missed that moment.😦

Kami punya beberapa kesamaan hobi. Mama (ibu mertua) sangat suka berkebun, saya juga!😀 Semua sudut pekarangan rumah sangat hijau, rimbun, dan asri. Selain kegemaran beliau menanam bunga, beliau juga sangat hobi menanam tanaman obat-obatan. Ada pohon sirih yang menjuntai, jadi tidak perlu mencari obat ketika batuk, panas dalam, dan sariawan. Tinggal menyeduh air sirih kemudian meminumnya. Selain resep masakan, beberapa khasiat obat tradisional juga diajarkan kepada saya. Sayangnya di sini susah berkebun apotek hidup. :( Saya juga banyak mengenal pribadi suami dari obrolan bersama beliau. Bagaimana suami saya saat kecil hingga sekarang, kebiasaannya, kepribadiannya, dapat banyak info dari mama.😀 Kalo dulu dia ini begini, begini, begitu… bahkan saya tahu hal yang terjadi saat kecil, padahal orang yang bersangkutan sudah lupa dengan hal itu.😀 Kalo dengan bapak mertua, juga ga kalah sangaaattt dekat! Beliau sangat perhatian kepada menantunya, rasanya tak beda dengan bapak sendiri. Memang benar, mertua tak ada bedanya dengan orangtua kandung bagi kita.😉

Sejak tinggal di Jepang, komunikasi kami tetap terjalin lewat telepon dan chatting. Rasanya tetap sangat dekat meski tidak bertemu muka. Saling kabar-kabari soal taneman, itu salah satu topik kami.😀 Mudah-mudahan selamanya demikan dan hubungan ini menjadi lebih baik seterusnya. :) Demikian sekelumit cerita tentang figur mertua yang tak selalu menjadi sosok menakutkan bagi para menantu. Semoga jika suatu saat saya memiliki menantu perempuan, hubungan kami pun seperti hubungan saya dengan mama dan terus lebih baik. Saya pengen jadi ibu mertua yang baik yang dicintai para menantunya, insyaAllah… Aamiin.😀
Semoga Allah selalu merahmati keluarga kita.🙂

Robbighfirlii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo.

Jika kita mencintai seseorang, maka cintai pula keluarganya. Jika kita mencintai anak laki-lakinya, maka cintailah ibunya lebih dari cinta kita kepada anaknya. Karena ibu tersebut, suami kita menjadi seperti saat ini.

Jika memiliki mertua yang belum bersikap demikian, tetap doakan keduanya mudah-mudahan Allah melembutkan hati mereka. Tak ada yang mustahil bagi-Nya.😉

love you both as much as i can

-RN-

2 thoughts on “Mertua VS Menantu

  1. Sama mbak, ibu dan bapak mertua saya juga sangat baik, nggak ada bedanya dengan ortu kandung. Hobbynya juga sama dengan saya, suka berkebun alias suka yang ijo-ijo.
    Alhamdulillah, betapa beruntungnya kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s