Menikah Obat Cinta

Ibnu Qayyim Al Jauziyah pernah membahas tentang Penyakit Asmara. Ada sebuah hadist yang menyebutkan bahwa:

“Ruh-ruh itu ibarat barisan prajurit yang teratur, yang saling mengenal akan saling serasi dan yang tidak saling mengenal akan saling membenci.” [HR. Bukhari]

Memang benar, kita akan mencintai dan tertarik dengan sesuatu manakala sesuai dengan kita. Tidak hanya daya tarik karena penampilan, namun juga kesamaan dalam kebiasaan, tujuan, keinginan, dan perangai. Sesuai kata Ibnu Qayyim, Allah telah memutuskan bahwa di antara manusia ada keselarasan dan kecocokan. Manusia terdorong untuk menyukai perangai yang mirip dengan mereka dan menolak perangai yang tidak mirip dengan mereka. Rahasia keharmonisan di dunia ini dikarenakan adanya kesamaan-kesamaan di antara berbagai tabiat dan karakter manusia. Manusia condong pada objek-objek yang sama, sedangkan objek-objek yang tidak sama cenderung mengabaikan satu sama lainnya.😀

Kita pun secara psikis akan merasa nyaman manakala kita bersama dengan orang yang memiliki banyak persamaan dengan kita. Istilah “nyaman” sangat relatif bagi setiap orang. Nyaman itu dapat diartikan memberi ketenangan, tidak membenci, dan “pokoknya nyaman lah”. Rasa nyaman tersebut akan menimbulkan ketertarikan dalam hati hingga menumbuhkan cinta. Cinta karena persamaan-persamaan di antara dua pihak tidak akan memudar kecuali ada faktor yang membuatnya memudar. Cinta itu pun bisa menimbulkan penyakit asmara (benarkah? Iya, jawabannya). Kata Ibnu Qayyim, penyakit asmara merupakan penyakit hati yang berbeda dengan semua penyakit lain dalam hal gejala, penyebab, dan pengobatannya. Jika penyakit ini sudah akut, para dokter tidak akan mampu menyembuhkannya dan orang yang tertimpa penyakit itu tidak akan mampu untuk menahan efeknya. Cukup menyeramkan!

Tapi memang benar begitu keadaannya, berdasarkan cerita atau curhatan dari banyak orang yang sedang terserang penyakit ini, termasuk di dalamnya orang yang sedang “kejatuhan cinta”. Memang benar, hati serasa sedang berpenyakit. Katanya sih, makan tak enak, tidur pun tak nyenyak, tidak konsen, kepikiran macem-macem tidak fokus (benar-benar menderita, bisa jadi kurus karena kejatuhan cinta). Begitulah penderitaan karena cinta…😉

Kata Rasulullah:

Seseorang tidak mencintai suatu kaum kecuali ia akan dihimpun bersama mereka (pada hari kiamat). [HR. Al-Hakim]

Jadi siapakah yang kita cintai maka kita akan dipertemukan dengannya pada hari kiamat kelak. Tentu akan jadi hal yang sangat membahagiakan. Jadi harus benar-benar pilih-pilih siapa saja yang bakal kita cintai *kalau saja cinta bisa memilih*. Hmm, maksudnya kalau yang kita cintai adalah orang-orang sholeh, akan menjadi bahagia. Tapi kalau bukan, duh mengerikan, karena kita akan dikumpulkan bersama mereka. Nah, kalau tidak bertaqwa bagaimana? (*ingat neraka). Na’ udzubillahi min dzalik.

Kembali tentang cinta tadi…
Cinta menuntut keinginan kuat untuk memiliki sesuatu yang dicintai tadi.🙂 Jika tuntutan itu tidak terpenuhi, maka akan menimbulkan penyakit asmara sesuai pembahasan di atas. Saya pun berpikir, inikah cinta? Mencontek kata-kata salah satu tokoh yang ada dalam serial Kera Sakti “begitulah cinta, deritanya tiada akhir!” *lebay! :D Pada hakekatnya, jika penyakit asmara menjadi sebuah penyakit, tentu saja ada obatnya *dengan bahasa lain* penyakit ini tentunya dapat diobati. Obatnya, ya itu tadi. Bagi orang yang saling jatuh cinta, satu-satunya obat adalah mendapatkan objek cintanya dengan cara yang sah. Itulah obatnya. Tahu kan bagaimana caranya? Rasulullah telah mengarahkan kita menuju cara-cara terbaik untuk memperoleh apa yang kita cintai. ;) Jika tidak menggunakan cara tersebut (yang sah) untuk mencapai objek cintanya, maka penyakit ini akan menjadi penyakit yang berat. Ia akan berada dalam keputusasaan manakala cintanya tetap bersemayam.

Hmm, jadi… mengutip kata Rasulullah untuk mengobati penyakit ini,

“Kami tidak melihat cara terbaik orang yang saling mencintai kecuali nikah”. [HR. Ibnu Majah]

Siapa yang berani saling jatuh cinta maka berani lah untuk menikah, agar hati dan jiwa lebih sehat tentunya.😉

-RN-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s