Rangkaian Menanti Buah hati

Jika menikah ada persiapannya, maka persiapan menanti buah hati pun harus sebaik-baiknya. Kehadiran buah hati adalah sebuah episode yang tentunya dinanti-nanti oleh setiap calon orangtua. Kita berharap dia datang pada waktu terbaiknya. Dengan demikian, tugas kita adalah mempersiapkan segala sesuatu dengan sebaik mungkin. Berikut ini daftar rangkaian persiapan yang bisa kita lakukan sebelum buah hati tiba:

1. Persiapan ilmu

Ilmu tentang menjadi orangtua, mendidik dan merawat anak, proses-proses di dalamnya (pranatal, postnatal) sebaiknya dipersiapkan dengan baik. Pada tahapan ini, meski sekedar teori dan belajar dari pengalaman orang lain, itu lebih baik kita pelajari daripada kita tidak tahu sama sekali *tidak menyempatkan diri untuk belajar* tentang hal ini. Belajar bisa dilakukan jauh-jauh hari ketika kita belum memiliki anak, bahkan ketika belum menikah. Berharap ketika waktunya tiba, kita memiliki ilmunya dan tidak “kelimpungan” dengan segala perubahan yang terjadi. Seperti halnya mau ujian, tentu beda antara orang yang belajar dengan yang tidak belajar. Jangan lupa, selalu dibarengi banyak doa dan zikir kepada Allah.😉

2. Persiapan mental/psikis

Mempunyai anak tentunya akan mengubah banyak hal dalam hidup kita. Sebagai calon orangtua, kita harus mengutamakan kepentingan anak dalam segala hal daripada kepentingan kita sendiri. Mungkin akan banyak waktu kita yang habis untuknya, tentu saja banyak perubahan psikologis yang akan kita alami. Stres, emosi mudah naik, melankolis adalah beberapa simptom pada ibu karena perubahan hormon. Hal itu wajar ketika masih pada batas-batas terkendali. Oleh karenanya, lebih baik kita mempersiapkan kematangan diri jauh-jauh hari agar ketika buah hati lahir, kita dapat menerimanya dengan sangat baik. Menyiapkan diri untuk peran baru sebagai orangtua, dengan meminimalkan pikiran-pikiran negatif dalam diri kita, misalnya: menghilangkan perasaan tidak mampu merawat anak, tidak sanggup memberi yang terbaik. Hal ini akan mengurangi kemungkinan ibu mengalami baby blues syndrome.

3. Persiapan kesehatan

Persiapan kesehatan sebelum hamil juga tak kalah penting untuk mengurangi resiko masalah kehamilan dan kelahiran. Calon ayah dan ibu harus disiplin menjaga stamina, cukup gizi dan olah raga. Mulai membiasakan diri mengkonsumsi asupan cukup gizi adalah langkah awal yang dapat kita lakukan. Setelah itu, kita lanjutkan dengan melakukan pemeriksaan dengan dokter kandungan. Di sana kita bisa meminta pemeriksaan kondisi rahim, pemeriksaan darah untuk melihat ada tidaknya virus, dan beberapa tes lain yang menunjang proses kehamilan tanpa masalah. *jika dibutuhkan*😉

4. Persiapan materi

Saatnya mengalokasikan anggaran dan menabung untuk segala keperluan hamil, melahirkan, dan membesarkan anak. Stop belanja! yang tidak mendesak apalagi tidak perlu. Kita berharap buah hati kita lebih baik daripada orangtuanya. Jika dulu kita tidak sempat mengenyam fasilitas yang mendukung perkembangan anak, semoga anak kita bisa mendapatkannya. Oleh karena itu, mempersiapkan tabungan buah hati adalah hal yang tidak boleh dilewatkan. Cuap-cuap pagi hari semoga bermanfaat, sembari berharap mendapatkan anak sholeh dan sholehah. Aamiin…🙂

“Rabbana hablana min azwajina wa dhuriyyatina qurrata A’yun waj’alna lil-muttaqina imama.” Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa. (Terjemah QS. Al-Furqan : 74)

-RN-

3 thoughts on “Rangkaian Menanti Buah hati

  1. Pingback: Dua Tahun Pernikahan « Pojok Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s