Istiqomah-nya Anak-Anak

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Robb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap beristiqomah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan (di dunia)” (Terjemah QS. Al Ahqaaf 46: 13-14)

Tidak dapat dipungkiri, istiqomah dan konsisten dalam beragama merupakan hal yang sangat sulit. Membahas tentang istiqomah, saya belajar dari anak-anak. Istiqomah-nya anak-anak sangat sederhana, mereka mengerjakan apa yang mereka ketahui sebagaimana kemampuan masing-masing. Anak-anak yang sangat bersih, tulus, mampu memahami “istiqomah” tak sekedar dalam defenisi namun pada prakteknya sehari-hari.🙂

Usia mereka rata-rata belum lebih dari 10 tahun. Pengetahuan baru yang diajarkan, mereka ikat dengan melaksanakannya secara kontinyu. Pernah suatu ketika saya berbicara dengan mereka tentang aurat laki-laki. Menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami dengan benar oleh mereka. Sejak saat itu mereka saling mengingatkan antara satu sama lain bahwa jangan sampai auratnya terlihat oleh orang lain. Bagi kebanyakan orang, aurat laki-laki dari pusar hingga lutut bukan sesuatu yang penting. Namun Islam mengajarkannya dengan indah, dari sini sejak dini kita diajarkan untuk malu dan menutup aurat. Minimalnya, malu ketika aurat terlihat orang lain (pun bagi laki-laki). Meski masih anak-anak, mereka berhak untuk mengetahui tuntunan agama tentang hal tersebut. Juga dalam hal shalat, mereka memang belum wajib melaksanakannya. Secara perlahan dan pembiasaan sejak dini (semampu mereka) diharapkan agar ketika kewajiban itu datang, mereka merasa ringan mengerjakannya. Hal-hal sederhana inilah perlu kita ajarkan kepada anak-anak sejak dini, semakin paham tentang hal mendasar dan sederhana, maka semakin ringan untuk mengamalkannya. Tentu saja disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman mereka.🙂

Ada dua balita yang aktif mengikuti TPA. Awalnya saya kira mereka sekedar ikut-ikutan kumpul rame-rame bersama anak-anak yang lebih besar, belajar sembari main.😀 Bagi saya tak mengapa balita ikut belajar, dengan prinsip banyak mainnya *yang penting menyenangkan* sesuai tahapan usianya. Saat itu saya berbicara tentang adab/tuntunan Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam ketika makan. Beberapa bulan kemudian, situasinya begini:

Saat itu berada di dalam mobil. Si balita meminta makanan kepada ibunya, belum sempat ia habiskan keburu sampai tempat tujuan. Tentu harus turun dari mobil. Ibu menyuruh anak untuk membawa makanannya dan melanjutkan makan di luar. Tiba-tiba secara spontan dengan wajah polosnya si anak mengatakan: “kan ga boleh makan dengan berdiri. Simpan dulu ya, nanti dimakan lagi.”😀 Saya dan ibunya tidak menyangka ternyata si anak balita tersebut menyimak dan memahami pelajaran beberapa bulan yang lalu. Alhamdulillah… 🙂

Adab makan sesuai tuntunan Rasulullah tak sekedar amal ibadah yang bernilai sunnah, namun di sana terdapat larangan dan perintah yang hukumnya harus ditaati. Jadi nilainya bukan sunnah tetapi wajib. Hal wajib bukan hanya yang terdapat dalam Al Qur’an, namun dalam hadits pun terdapat perintah dan larangan. Contoh sederhana anak-anak belajar tentang adab makan: mengucapkan bismillah, menggunakan tangan kanan, dilarang makan sambil berdiri, dan sebagainya sebagaimana yang Rasulullah ajarkan.🙂

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

Wahai anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Kabir).

Jika salah seorang diantara kalian hendak makan maka hendaknya makan dengan menggunakan tangan kanan, dan apabila hendak minum maka hendaknya minum juga dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaitan itu makan dengan tangan kiri dan juga minum dengan menggunakan tangan kirinya.” (HR. Muslim)

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang sambil minum berdiri. (HR. Muslim, Ahmad)

Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah bersabda:
Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR. Muslim dan Turmidzi)

Kembali tentang istiqomah-nya anak-anak, mereka belajar dibarengi dengan amal secara langsung. Dari yang sederhana dan mudah, mereka berusaha untuk terus mengamalkannya. Ada lagi kejadian lain, saya bercerita tentang anak sholih yang taat kepada orangtuanya. Bahwasannya taat kepada orangtua adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah, karena Allah yang memerintahkan untuk berbuat demikian. Mereka *anak-anak* saya minta untuk  ingat dan bersegera menutup mulutnya ketika tidak sengaja berbicara keras kepada orangtuanya. Segera beristighfar dan minta maaf kepada orangtua jika tidak taat pada perintah orangtua (saat perintahnya adalah kebaikan). Saya katakan ketika anak-anak mampu menahan marahnya/teriakannya, maka malaikat akan mencatatnya sebagai satu kebaikan dan Allah akan membalas semua kebaikan tersebut.🙂 Sejauh ini mereka berusaha sebaik-baiknya, saya mendengar cerita dari orangtua mereka secara langsung. Ada juga yang semangat belajar Iqra’ sampai membacanya 3x sehari agar dia bisa segera membaca Al Qur’an. Saya sangat terharu dengan usaha mereka, sederhana namun sangat berarti.🙂 Tuntunan agama tak sekedar menjadi ritual namun mereka berusaha istiqomah atas apa yang diperintah dan menjauhi apa yang dilarang, sebatas kemampuan&pemahaman mereka. Apa yang dipelajari sejak kecil seperti menulis di atas batu, tidak lekang oleh waktu InsyaAllah. Semoga amal tersebut mampu mendekatkan kita kepada Allah dan memperoleh keridhoan-Nya. Aamiin…

Masih banyak perilaku ke-istiqomah-an anak-anak yang secara sederhana mereka ajarkan kepada saya. Cerita tentang anak-anak tak ada habisnya, setiap bertemu selalu ada cerita baru.😀 Di lain kesempatan insyaAllah ditulis lagi.😉

Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).

-RN-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s