Belajar 日本語

6 bulan ke depan akan bersamanya

Tak terasa musim gugur telah tiba, genap 6 bulan saya mengistirahatkan diri dari urusan kelas nihongo (bahasa Jepang). Semester semi lalu, kebetulan baru datang dari Indonesia setelah gempa *halaaahh alesan!* akhirnya memutuskan untuk tidak mengambil kursus bulan Mei.😀 Kalo cerita tentang belajar nihongo, isinya seru dan bakal tersenyum-senyum ga jelas teringat kejadian di masa lampau saat kali pertama menginjakkan kaki di Nihon.😀 Sebagai orang buta aksara dan bisu karena sama sekali ga bisa ngomong pake nihongo. Sampe-sampe pernah nyasar salah naik bus, 3 jam berputar-putar tidak jelas. Cerita lengkap kejadian 1.5 tahun yang lalu:

Siang tadi saya menyempatkan diri untuk menjadi petualang dadakan. Maksud hati, tidak berencana berkeliling mengunjungi daerah yang belum pernah saya kunjungi, tapi apa daya akhirnya menjelajahinya (meski hanya lewat). Sebenarnya niat awalnya adalah pulang ke rumah, karena kekurangan info, buta aksara sekaligus tuna wicara “nihongo” menjadikan saya bertualang selama 3 jam di tempat asing. 😀

Berawal dari menaiki bus yang salah otomatis tidak akan sampai ke tempat yang dituju. Tak tanggung-tanggu, 2 kali salah naik bus dalam waktu berkelanjutan. Petualangan pertama adalah melihat daerah perumahan Jepang bergaya Eropa, nampak unik dengan bentuk bangunan tinggi ala Eropa dipadukan gaya rumah Jepang yang tahan gempa. Entah apa nama daerah itu, saya pun tak tahu.
Nyasar kedua adalah mendaki gunung melewati lembah disekelilingnya sawah Jepang dengan tempat pembibitannya. Menyenangkan!!Kedua perjalanan itu kembali ke tempat semula. Untung bus nya gratiss!!! *ga nyesel muter-muter* 😀

Muncullah pertanyaan “kok bisa nyasar sih?!?” hehehe… Suami saya sudah panik bin khawatir saat telepon dimana posisi saya dan saya menjawab “ini lagi salah naik bus” , padahal saya sangat menikmati perjalanan tadi.  :D Ok deh… Saya akan bercerita bagaimana kisah “nyasar” ini. 
Awalnya saya tidak melihat jadwal bus yang ada (*tidak teliti) dan kalau pun membaca, saya tidak mengerti maksudnya (buta aksara). Setahu saya, semua bus menuju arah yang sama (*kurang info) namun ternyata tidak. Ada berbagai arah dan rute dari bus-bus itu.

Tahap nyasar pertama, saya mencoba menghubungi ibu-ibu untuk menanyakan jadwal bus ke arah yang saya tuju. Benar-benar bersyukur membawa HP, selain digunakan untuk telepon juga tertolong karena saya bisa FB an untuk menanyakan jam bus ke arah rumah. Tahap nyasar kedua, mengira benar naik bus nya ternyata beda 3 menit terlalu cepat naik. :D Dari ujung ke ujung akhirnya kembali ke tempat semula.

Setelah puas dengan nyasar, saya pun bertanya kepada ibu-ibu, adik-adik yang ada di halte bus. Selamat!! tak satu pun bisa berbahasa Inggris (atau tidak mau??) 😦
Kemudian datanglah bapak sopir yang baik hati, berpakaian rapi, lengkap dengan jas dan dasi. Bapak itu mendekati saya dan kesempatan bertanya telah tiba. Hihihi.. :D Ternyata si bapak juga tidak bisa bahasa Inggris namun karena baik hati, bapak itu menjelaskan kepada saya dengan bahasa Jepang sampai saya benar-benar mengerti apa yang ia sampaikan. Saya mendapat penjelasan sangat lengkap. Tentang bagaimana rutenya, apa nama bus yang harus saya naiki, kapan berangkatnya, dan sebagainya.
Setelah ngobrol “GeJeBow” (ga jelas bow’), ternyata bus saat itu hanya ada 2. Awalnya saya kira ada banyak untuk diberangkatkan ke rute masing-masing, namun ternyata tidak. Jadi, ketika selesai di satu rute, maka bus A akan mengganti papan nama dengan rute berikutnya. Begitu pun dengan bus B. “Kirain busnya banyak, ternyata hanya rutenya yang diganti-ganti” 😀

Dengan demikian, ketika sampai pada waktu/jadwal yang ditentukan, maka saat itulah pak sopir akan mengganti rute berikutnya. Begitu pun seterusnya.Satu hal yang saya pelajari adalah mereka sangat efektif dan efisien dalam menggunakan waktu dan armada bus yang ada. Ketika satu rute telat, maka akan “merusak” rute berikutnya . Namun sangat jarang terjadi demikian, karena mereka sangat profesional dan tepat waktu. Saluuuuttt!!  Sembari menunggu busnya datang (bus yang tepat), saya pun tak ketinggalan mengambil foto jadwal bus yang ditempel. Biar ga salah naik lagi!!! hehehe… Ahh, betapa menyenangkannya kalau fasih wicara dan mahir aksara Nihongo!! Masih dalam mimpi. 😦

Setelah 1.5 tahun kemudian.

Pendaftaran semester musim gugur dibuka hari ini, Jum’at 7 Oktober 2011. Sebelumnya saya sempat belajar selama 2 semester (1 tahun: untuk level 1 dan level 2), 6 bulan setelahnya digunakan bersantai ria istirahat dari belajar nihongo, hari ini memutuskan untuk kembali serius belajar, hahaha…😉 Saya mengambil tempat les yang lebih jauh dari les sebelumnya. Jika dahulu tiap semester membayar 13.000 yen, selama 2 semester jadi 26.000 yen; kali ini saya memilih yang gratis. Resikonya, jauuuuhhh banget! Sekitar 30 menit naik bus atau 20 menit naik sepeda (ga tau deh berapa menit pas musim salju). Tapi gapapa, ikutan semangat orang Jepang ganbarremasyooo!! 😀

Jadi begini, acara pembukaan di mulai pukul 9.30. Ternyata oh ternyata harus pake acara puter-puter dulu karena salah ambil belokan. Akhirnyaaa… telat!😦 Kebayang dong baru pertama datang buat daftar dan ujian, ehhh telat! Yasudah, kalo ga diterima ya pulang.😀 Paaasss banget, pas ketemu ruangannya, pas si Sensei baru mengarahkan para peserta tes ke ruangan tempat ujian. Wosh! akhirnya ngikut sekalian. Baru dateng, masih ngos-ngosan karena ngebut sepeda yang pake nyasar segala, langsung masuk tempat ujian! Rencana awalnya saya pengen ngulang level 2, rasanya belum manteb gituh. Tapi semua harus ikut placement test, mana ga belajar pula, udah banyak lupa 6 bulan nganggur ga ngoprek pola kalimat nihongo! Yasudah, pasrah saja… Soal ujian berupa pilihan ganda, entah jumlahnya berapa yang pasti banyak, karena ada 4 halaman. Tentu saja semuanya pake huruf Jepang! Hiragana, katakana, dan kanji! Wedeeehhh…. Kami hanya diberi waktu mengerjakan selama 20 menit!

Ngos-ngosannya belom ilang, teng! saatnya mengerjakan ujian. Saat membuka halaman pertama, selamat! terlalui dengan baik.😀 Halaman kedua, mulai ngepas-ngepasin. Halaman ketiga, yang kira-kira cocok lah. Halaman keempat, mbuh opo iki!😀 Pake semboyan “yang penting semuanya terisi” huehehe…😀 Yap 20 menit! おわります

Seluruh peserta diminta menunggu hasil ujian. Setelah hasilnya keluar, kami masuk kembali ke ruang ujian tadi. Saat yang mendebarkan *ceileee*… pe-ngu-mu-man!😀 Satu per satu nama peserta dipanggil, waduuuhhh nama saya kok ga ada?? Ya iya, itu level atas *yakin ga akan ada*.😀 Level berikutnya, kalo nama saya dipanggil berarti saya bakal turun kelas.😀 Ternyata juga tidak ada. Teruuussss selanjutnya, untuk level selanjutnya dan selanjutnya *kalimat membingungkan*. Yap, akhirnya dipanggil juga. Horeee!!! ga jadi turun kelas dan ga tinggal kelas.😀 Alhamdulillah, saya masuk level 3. Tidak sesuai rencana sih, kan pengennya masuk *ngulang* level 2, tapi gapapa tetep disyukuri. InsyaAllah ada kebaikan di dalamnya.🙂

Jadi semua yang masuk level 3 dikumpulkan menjadi satu, kemudian mengisi form lengkap, terus kami ditawari buat ikut kelas yang lain. Apa coba?😀

Kelas kanji dan kelas conversation nihongo! Haduuuh… Ga sempat mikir lagi, pas si Sensei tanya mao ikut apa enggak, OK deh ga ada salahnya mencoba, akhirnya saya ikut!😀 Jadi semester ini saya ikut 3 kelas. Huaahhh, sibuk!😀 Jadwalnya ada dua hari. Hari Selasa, kelas percakapan.  Hari Rabu dari pagi sampe sore. Jam pagi belajar materi level 3, siangnya dilanjut kelas kanji sampe sore. Hari Jum’at paginya di kelas belajar materi level 3. Demi PEDEKATE dengan si kanji, daku rela bersamamu!😉

Oya, pas pulang ga sengaja ketemu Sensei Nihongo pas level 2 di tempat les yang dulu. Terakhir ketemu habis perpisahan kelulusan Maret 2011. Trus sorenya ada 地震 *gempa besar itu lhooo*. Jadi tadi kangen-kangenan gitu, mengharu biru. *huah mulai lebai!* Si sensei cerita kalo pas kejadian, beliau liat saya lagi jalan kaki, trus dipanggil-panggil ga lihat, “ごめんなさい Sensei… pikiran saat itu lagi kemana-kemana, plus jalan kaki dari pusat kota sampe rumah di bawah 雪 (salju) pula.”😀 Nah udahannya sensei cerita kalo rumahnya sedikit rusak, karena daerahnya deket banget dengan lokasi tsunami.😦 Bahkan anak sensei sampe saat ini masih trauma. Dulu sering banget diceritain, si anak itu masih 幼稚園 (TK). Kesian ya… Oleh karena itu, sejak habis gempa sensei minta お休み (cuti) ga ngajar selama setaun demi anaknya.😦 Mudah-mudahan cepet ilang traumanya dan sensei bisa ngajar lagi.

Yosh! Rabu pekan depan kelas dimulai, mudah mudahan si 雪 ga menyurutkan langkah untuk kembali belajar nihongo. *sekarang duingiinn bangeeettt, padahal baru masuk 秋 (musim gugur)*😀

-RN-

One thought on “Belajar 日本語

  1. Pingback: Hari Pertama Kelas Bahasa Jepang 初めて日本語のクラス « Pojok Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s