Pendidikan dalam Rumah Tangga

Antara suami istri hendaknya terjalin hubungan harmonis yang mengingatkan tentang kesabaran dan ketakwaan.

Salah satu kewajiban laki-laki dalam rumah tangga (sebagai hak bagi wanita) adalah memberikan pendidikan kepada istri dan keluarganya.

  • Mengajarkan Ilmu

Di antara hak seorang istri yang harus dipenuhi suaminya adalah mendapatkan pendidikan dan pengajaran dalam perkara agama dan lainnya. Agama tak sekedar dipahami sebagi ritualitas semata, namun perlu dikaji lebih mendalam agar kita memperoleh pemahaman secara menyeluruh. Suami sebagai kepala rumah tangga adalah penanggung jawab utama baik di dunia dan di akhirat atas rumah tangga yang ia pimpin. Jika rumah tangga diibaratkan sebuah bahtera, maka suami berperan sebagai nahkoda, sedangkan istri sebagai asistennya. Ke mana kapal akan berlayar, ditentukan arahan nahkoda dalam memimpin bahtera tersebut.

  • Antara suami dan istri harus saling mengisi dan menjaga keberlangsungan rumah tangga.

Secara umum, kita diperintahkan untuk bertakwa kepada Allah, mengajak keluarga kita untuk memahami dan menjalankan perintah agama tak sekedar sebagai rutinitas belaka. Tidak pula sekedar ritual, namun pemahaman yang lebih mendalam tentang aturan hidup sesuai tuntunan agama. Oleh karena itu kewajiban seorang suami untuk membekali dirinya dengan menuntut ilmu agama sehingga dengan bekal tersebut ia mampu mengajarkannya kepada istri dan keluarganya. Dengan demikian pendidikan agama di keluarga dapat berjalan dengan baik. Apa yang terjadi selanjutnya?

Jika suami tidak sanggup (merasa belum mampu) untuk mengajarkan, suami dapat mengajak isteri dan anaknya untuk hadir di dalam majelis ilmu (pengajian) yang mengajarkan Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Bersama-sama mendengarkan apa yang disampaikan, memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Insya Allah, hal ini akan memberikan manfaat dan berkah yang banyak karena suami maupun istri saling memahami hak dan kewajiban masing-masing sebagai hamba Allah. Dalam prakteknya, tentu saja sangat dibutuhkan sebuah keteladanan secara langsung.

Adapun kewajiban tersebut tercantum pada Al Qur’an yang artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya Malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS. At-Tahrim : 6]

Para Shahabat dan mufassirin menjelaskan tentang tafsir ayat tersebut sebagai berikut:

  1. Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Ajarkanlah agama kepada keluarga kalian, dan ajarkan pula adab-adab Islam.”
  2. Qatadah rahimahullaah berkata, “Suruh keluarga kalian untuk taat kepada Allah! Cegah mereka dari berbuat maksiyat! Hendaknya mereka melaksanakan perintah Allah dan bantulah mereka! Apabila kalian melihat mereka berbuat maksiyat, maka cegah dan laranglah mereka!”
  3. Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullaah berkata: “Ajarkan keluarga kalian untuk taat kepada Allah ‘Azza wa Jalla yang (hal itu) dapat menyelamatkan diri mereka dari api neraka.”
  4. Imam asy-Syaukani mengutip perkataan Ibnu Jarir: “Wajib atas kita untuk mengajarkan anak-anak kita Dienul Islam (agama Islam), serta mengajarkan kebaikan dan adab-adab Islam.”

*Kutipan Tafsir ath-Thabari (XII/156-157) cet. Darul Kutub Ilmiyah, Tafsiir Ibnu Katsir (IV/412-413) cet. Maktabah Darus Salam dan Tafsiir Fat-hul Qadiir (V/253) cet. Darul Fikr.

Selama ini pandangan kewajiban utama suami adalah menafkahi keluarga, sebenarnya itu merupakan salah satu dari beberapa kewajiban yang ada. Jangan sampai kesibukan mencari nafkah menghambat/melalaikan kita untuk menunaikan kewajiban memberi pendidikan bagi keluarga. Seringkali yang terjadi karena kesibukan kerja, akhirnya mengurangi  kuantitas dan kualitas untuk menunaikan kewajiban memberi pendidikan pada keluarga. Sesibuk apapun, kita harus meluangkan waktu untuk memberi pengajaran dan perhatian penuh kepada keluarga. Ketika istri dididik untuk memahami Islam, maka istri akan mengajarkannya kepada anak-anak. Tentu saja suami pun turut mendidik anak-anak dan tidak menyerahkan tanggung jawab pendidikan anak sepenuhnya kepada istri semata. Artinya tetap bersama-sama dalam mendidik dan memberi pengajaran kepada anak.

  • Sifat Wanita

Terkadang yang menjadi kendala ketika mengingatkan istri adalah fitrah wanita yang “susah-susah gampang”.😀

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah mewasiatkan agar berbuat baik kepada kaum wanita, berlaku lemah lembut dan sabar atas segala kekurangannya, karena mereka diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya :

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya. Berwasiatlah kepada wanita dengan kebaikan. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika engkau meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau membiarkannya, ia akan tetap bengkok. Oleh karena itu, berwasiat-lah kepada wanita dengan kebaikan. HR. Al-Bukhari dan Muslim

Berdasarkan hadits di atas, kita diingatkan bahwa wanita dengan sifatnya (dipungkiri atau tidak) sangat sensitif, ada wasiat untuk menasihati dengan cara yang baik. Tidak dengan kekerasan yang akhirnya “membuat patah”, maupun tidak membiarkannya begitu saja (tidak mendidik) yang akhirnya “semakin bengkok“. Jadi tetaplah bersabar dan telaten dalam mendidik.😉

Ketika seorang wanita telah menikah, maka tanggung jawab pendidikan sepenuhnya beralih kepada suaminya (yang semula merupakan kewajiban orangtuanya). Sehingga manakala istri berperangai tidak sesuai tuntunan agama, tidak sepenuhnya kesalahan tersebut ada pada istri namun para suami pun harus mengevaluasi dirinya.  

Mudah-mudahan rumah tangga kita menjadi salah satu jalan menuju keridhaan Allah.🙂

-RN-

2 thoughts on “Pendidikan dalam Rumah Tangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s