Ketika Hati Mulai Melirik yang Lain

Semalam, tanpa ada janji sebelumnya mendadak ada yang menyapa saya di chatting FB yang biasanya jarang saya online-kan. Kebetulan saat itu online sebentar, tiba-tiba ada yang menyapa cepat. Salah seorang teman lama, cukup lama pula kami tidak kontak karena kesibukan masing-masing. Dia memulai menyapa dan saya pun menimpalinya dengan menanyakan kabar. Spontan dia menjawab “notgud”. Eh??

Tanpa prolog panjang lebar karena kami sudah saling mengenal bertahun-tahun yang lalu, teman saya mulai bercerita tentang keadaannya. Jika awalnya ceting-an sembari membaca artikel-artikel, mendadak saya memfokuskan diri dengan layar monitor tanpa melakukan multitasking. Dia juga telah menikah dan memiliki anak. Teman saya menceritakan bahwa pernikahannya sedang mengalami masalah. Ehhh?? lagi-lagi saya membelalakkan mata membaca pesan-pesan yang muncul agar tak satu pun terlewat.

Suaminya sedang digoda dan tergoda oleh wanita lain!

Hah?! Nyaris saya tak percaya, usia pernikahan mereka jauh lebih muda dari usia pernikahan saya. Baru saja teman saya melahirkan bayi mungil, baru hitungan bulan! Rasanya sangat sulit dipercaya. Ketika pasangan muda baru menikah, apalagi baru saja memiliki anak, rasanya saat itulah saat-saat manis bahtera rumah tangga. Namun kenyataannya  hal ini terjadi pada si teman saya ini. Jika diingat saat kami bersama dahulu, teman saya adalah seorang periang, manja, dan kadang kekanakan. Saya bisa benar-benar merasakan apa yang ia rasakan karena telah bertahun-tahun kami saling mengenal. Sedih menyimak ceritanya! Sesuatu yang mungkin tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, dia harus menghadapi ujian besar di pernikahannya yang baru seumur jagung.

Ternyata mereka bermain di belakangku sejak aku hamil!”

Ahh, sulit dipercaya! Tega sekali suaminya itu. Di saat istrinya hamil, dia tega ber-SMS mesra dengan wanita lain. Juga si wanita penggoda, apakah dia tidak memiliki hati nurani untuk sedikit berempati kepada wanita lain? Saya heran dengan wanita-wanita di luar sana yang tega menyakiti wanita lain demi kesenangan pribadinya. Laki-laki mana yang tidak tergoda apabila digoda, kecuali laki-laki yang memilih menjaga dirinya hanya untuk istrinya. Setahu saya, semua agama nampaknya melarang perselingkuhan dalam bentuk apapun. Nanti ujung-ujungnya “khilaf dan manusiwi“. Ah, alasan basi!

Hmm… saya kehabisan kata-kata untuk menuliskan perasaan saya saat ini setelah kejadian semalam. Sedih!

You look so dumb right now
Standing outside my house
Trying to apologize
You’re so ugly when you cry
Please, just cut it out

Mudah-mudahan Allah meringankan bebanmu dan menyelesaikan masalahmu.

-RN-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s