Balada si Kanji

Kanji "tomo" berarti "teman"

Seperti cerita sebelumnya, hidup di sini diwajibkan untuk mandiri dalam hal apapun. Apalagi mengurus keperluan administrasi, surat-menyurat, tentu saja wajib dilakukan sendiri.

Pada hari-hari biasanya, misalnya ketika harus ke kuyakusho, ke kantor imigrasi, perpanjangan visa, ngurus bayar-bayar tagihan air dan kawan-kawannya, saya cukup PD melakukannya sendiri. Namun mendadak berbeda dengan pengalaman hari ini, saya mendadak lebay pengen nangis kesel dengan diri sendiri. Coba kenapa?!?

Saat itu agenda saya adalah membuka rekening di bank pos, membeli meterai di kantor pos, dan pergi ke kantor imigrasi untuk ngurus re entry permit buat mudik nanti. Segala syarat saya siapkan sejak dari rumah. Tentu saja dilengkapi dengan mempersiapkan *cari* kosa kata “syu nyu inshi” dan “atarashi kouza”. Kata-kata ini nantinya akan dipakai.

Setibanya di kantor pos dan bank pos (kebetulan letaknya di satu tempat), saya langsung menghampiri si mas petugas. Ini adalah kali pertama saya berkunjung ke kantor pos.

Pertama kali tentunya disambut dengan ucapan:

いらっしぁいませ….

Ucapan selamat datang dan ditanya keperluan, dengan bahasa Jepang ala kadarnya saya bilang mao beli “syu nyu inshi”, oh ternyata itu dilayani di tempat mbak petugas. Jadilah saya membeli seharga 3000 yen untuk dipakai pada keperluan re-entry permit. Tahap ini dilalui luancarrr tanpa kendala. :D Nah, selanjutnya apa yang terjadi?

Selanjutnya saya menghampiri si mas petugas tadi, ambil nomor antrian, setelah dipanggil terus bilang bahwa saya mao bikin rekening. Nah, sama masnya diberi blangko (sama seperti blangko bank di Indonesia, bedanya hanya pada huruf :D) yang harus saya isi terlebih dahulu.

Saya bilang klo ga ngerti gimana bacanya, si Mas petugas memberi tahu ini kolom nama, ini kolom alamat, dll. Gitu..

OK lah, saya balik ke tempat pengisian dan mencoba mengisi (dalam pikiran mao ngisi dengan huruf abjad biasa/romaji). Karena ga yakin, akhirnya blangko itu saya biarkan kosong. :D Selanjutnya saya di panggil oleh si Bapak petugas (bukan Mas yang tadi), si Bapak menanyakan blangko tersebut. Saya berikan dan bilang bahwa saya tidak bisa menulisnya, tak lupa menyertakan kartu Alien (semacam KTP untuk orang asing). Nampaknya si Bapak mengerti kalimat saya barusan. Bapak tersebut bilang, “tulis nama di kolom ini dan alamat di bagian ini.” Saya memastikan lagi, boleh pake Romaji? dijawab はい. OK lah saya balik lagi ke tempat mengisi form, saya isi dengan tulisan romaji lengkap. Dan yang terjadi adalah kolomnya ga muat. Duh… Balik lagi ke Bapak petugas, sambil balikin blangko. Oh tidak! ternyata semua harus ditulis dengan huruf katakana dan kanji! Bagian katakana saya bisa nulisnya, nah loh bagian kanji?!? Langsung panik di tempat.

“Maaf, saya ga bisa nulisnya, saya ga ngerti kanji.” kata saya kepada si Bapak.

Si Bapak mengerti kemudian menuliskan di blangko yang lain. Eitss… tidak sampai di sini! Ternyata saya harus menyalin tulisan si Bapak (nyontek) ke dalam blangko baru. 😦

“Maaf, ini gimana nulisnya?”  dengan muka memelas sekaligus panik.

Si Bapak petugas mengambil kertas HVS kemudian menulis ulang pelan-pelan, dengan huruf besar dan jelas, agar saya bisa mencontek jajaran huruf-huruf kanji itu dengan baik. *menyimak sambil panik*

Mungkin dalam hati si Bapak tadi bilang: “ini orang kok ga ngerti-ngerti sih!” 😀

OK Baiklah! berbekal contekkan kertas HVS dan blangko yang sudah terisi tulisan si Bapak, saya mencoba untuk menulis sendiri di blangko kosong. Saya nulisnya luama banget *sambil frustrasi ga jelas, kesel pengen nangis lebay* hasilnya pun ga mirip dengan tulisan si Bapak!!! :((

Daaannn… akhirnya selesai! kemudian balik lagi menunjukkan blangko yang terisi tulisan/huruf kanji “ngaco” saya diberikan ke Bapak petugas. Saya bilang, “sangat sulit menulis ini”, sambil yakin banget klo tulisan itu ga terbaca karena nulisnya ga pake aturan nulis kanji yang bener. Lha wong saya aja ga bisa ngebaca tulisan sendiri, gimana orang lain coba?

Eeehh.. si Bapak bilang: “Jouzu nee!!” Weeladalah… memang orang Jepang itu sangat sopan, pinter basa basi dan membahagiakan hati. Masa’ tulisan saya yang aneh macam itu dibilang bagus coba?!? Jadi jangan dipercaya pujian tersebut. Asli! saya ga bisa nulis dengan bener tapi dibilang “jouzu”, itu mungkin biar muka stres saya (selama nulis kanji tadi ) agak mengendur. Hahaha😀

Setelah itu barulah pengajuan rekening diproses dan akhirnya selesai beberapa saat kemudian. Makasih banget buat Bapak petugas yang sangat baik hati.

—————————————————————————————————————

Kesimpulan:

# Kalau biasanya bisa menyelesaikan urusan-urusan administrasi sendirian dengan mudah, karena yang dibutuhkan hanya bicara meski bahasa Jepang saya juga tidak jelas, tanpa melibatkan tulis menulis huruf kanji. Kali ini prosesnya menjadi berbeda, butuh waktu berjam-jam hanya untuk menyelesaikan 1 urusan.

# Buka rekening ternyata harus ditulis dengan tulisan tangan sendiri. Ga berlaku blangko tulisan dari si Bapak petugas.

  1. Gara-gara si kanji, saya gagal ke kantor imigrasi karena udah kesorean, kelamaan singgah di kantor pos.
  2. Gara-gara si kanji, merasakan menjadi anak-anak yang baru masuk SD yang baru bisa nyontek tulisan dengan ala kadarnya.
  3. Itu semua gara-gara saya belum mampu mengerti dan memahami cara baca tulis si kanji. *frustrasi*😦
-RN-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s