Ucapan *bagian doa* Dokter THT

Sendai, 30 Juli 2011

Kali pertama kenalan dengan dokter THT di tahun 2004 silam karena tragedi air masuk kuping, 2 hari sebelum ujian kelulusan SMA. Harus bolak-balik untuk cek si kuping. Selanjutnya, perkenalan lain terjadi tahun 2008 tentu saja dengan dokter THT yang berbeda, beberapa hari sebelum masuk program magister karena tragedi cattonbud masuk kuping. Nah, di dokter THT yang ini beliau bilang:

“kalo udah kenalan dengan dokter THT biasanya akrab berkunjung ke klinik THT” (maksudnya udah pernah ada keluhan THT). 

Duh, kejem banget ya doanya… Saat itu saya tidak mengamini ucapan si dokter dan bilang: “ahh dokter becanda!”

Eh.. ternyata beneran!
Beberapa bulan kemudian datang lagi ke sana. Sekedar silaturahim dan bawa keluhan kuping. Yosh! si dokter hanya senyum-senyum dan mengingatkan ucapannya beberapa bulan lalu. Dalam hati saya berharap jangan ada malaikat mengamini kata-kata beliau, masa’ sih mau berakrab ria dengan urusan kuping dan kawan-kawannya.

Dua taun kemudian, akhir tahun 2009 menuju 2010, kali pertama hidup dengan salju, ditambah hujan air, yang dinginnya dibawah nol derajat. Kenalan pula lah dengan dokter THT di Sendai, kalo ini karena tragedi air masuk kuping. Hoahaha… ternyata saya makin rajin ke klinik THT, tak hanya kuping tapi tenggorokan dan hidung pun ikut-ikutan pengen nyalon *pengobatan*. Bedanya dengan di Indonesia (tidak bermaksud membandingkan hanya menyusun perbedaan masing-masing), dokter dan klinik di sini memiliki peralatan yang lengkap, dokter tidak pelit menjelaskan secara detail tentang bagian yang mengalami masalah (sebab-akibatnya), menunjukkan lewat layar monitor organ (tonsil) kita yang membengkak misalnya, mendapat foto langsung dari pembengkakan tersebut, dan didukung alat peraga ketika menjelaskan, kalau pasiennya banyak pertanyaan maka dijawab dengan detail dan memuaskan, bahkan rasanya seperti mendapat kuliah 1 SKS atas keluhan yang kita alami. Nah itu tidak saya terima di Indonesia. Juga, antibiotik yang diberikan dalam dosis ringan. Soalnya saya sudah berpengalaman dengan dosis tinggi jaman dahulu kala. Weitss… tidak sampai di sini ceritanya.

Bulan berganti bulan, bill rekap asuransi dikirim ke rumah dan ketahuanlah kalo saya beberapa kali berkunjung ke dokter THT. Adaaa ajaaaa urusan tenggorokan dan kawan-kawannya. Waduh manjur beneeeerrr ucapan dokter THT di Indonesia.

“kalo udah kenalan dengan dokter THT biasanya akrab berkunjung ke klinik THT.”

Setelah berkali-kali kunjungan terdahulu sampailah pada hari ini, tentu saja rekam medik riwayat THT saya tersimpan rapi di komputer si dokter. Setelah dicek ini-itu, pake mikroskop, dan diberi penjelasan macem-macem, dokter bilang akan memberi antialergi yang harus diminum selama 14 hari. Hoahaha… Saya kena alergi! Alergi dengan musim seperti ini: musim panas yang basah (musim panas tapi hujan terooossssss), atau musim dingin basah. Pantesan aja frekuensi berkunjung ke klinik THT meningkat pada akhir tahun lalu dan akhir tahun 2009. Anehnya, kalo hujan salju si alergi ga muncul, padahal sama-sama dingin. Gejala alergi saya mirip dengan flu, tenggorokan sakit susah nelan, pusing, mual, lemas, demam, tidak sanggup lama berdiri, selanjutnya muncullah pilek-batuk ringan dan seterusnya. Tidak menular tapi menyiksa. Mirip dengan orang yang punya alergi dengan beberapa jenis makanan.

Sebenernya solusi efektik buat semua orang yang punya alergi adalah menghindari si penyebab alergi. Misalnya: alergi coklat, maka jauh-jauhlah dari coklat karena bisa kambuh kalo dipaksain makan coklat; dan beberapa alergi makanan lainnya dapat diatasi dengan tidak memakan si pemicu alergi. Nah kalo alergi musim kayak saya, solusinya adalah melarikan diri saat datang musim pemicu alergi. Waduuuhhh… itu solusi yang mahal! Tentunya tidak saya pilih karena berat diongkos, hoahaha.. mending makan antialergi 2 pekan sekalian melatih badan agar tahan terhadap alergi.😀

Ayolah cuaca, bersahabatlah… Ramadhan dalam hitungan jam, sebentar lagi! Pengen menikmati Ramadhan tanpa ada gangguan alergi dan sehat wal afiat. ^_^

Ketauan tersangka nya adalah alergi. Tidak menular namun menyiksa. Semoga cuaca menjadi bersahabat. Menjauhlah duhai Alergi! agar Ramadhan bisa kunikmati dengan indah.

-RN-

One thought on “Ucapan *bagian doa* Dokter THT

  1. Pingback: Alergi Dingin « Pojok Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s